Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan Menangis Ditahan Kejaksaan Agung

Kejaksaan Agung resmi menahan mantan Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan di rumah Tahanan (ruan) Pondok Bambu.

Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan Menangis Ditahan Kejaksaan Agung
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Karen Agustiawan saat menjabat Direktur Utama Pertamina. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kejaksaan Agung resmi menahan mantan Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan di rumah Tahanan (ruan) Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (24/9/2018).

Orang nomor satu Pertamina periode 2009-2014 tersebut ditahan dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi investasi PT Pertamina di Blok Manta Gummy Australia pada 2009.

"Betul ditahan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur," ujar Direktur Penyidikan Jampidsus Warih Sadono saat dihubungi.

Karen tampak mengenakan atasan batik dan kerudung cokelat saat digiring oleh jaksa penyidik dari gedung JAM Pidsus Kejaksaan Agung ke mobil tahanan.

Namun, atasan batik Karena sudah berbalut rompi tahanan kejaksaan warna pink.

"Hari ini memang jadwal pemeriksaan saudara Karen sebagai tersangka dalam kasus ini. Dalam proses pemeriksaan tim penyidik berpendapat diperlukan langkah atau tindakan upaya paksa berupa penahanan," ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman kepada wartawan di Kejagung.

Saat akan dibawa dengan mobil tahanan, Karen menangis bertemu keluarganya.

"Justru Bu Karen tegas (saat ditahan), kecuali pas ketemu keluarganya (langsung menangis)," ujar pengacara Karen, Soesilo Ariwibowo.

Menurut Soesilo, alasan penahanan yang dipakai oleh jaksa penyidik karena khawatir melarikan diri adalh tidak masuk akal.

Sebab, Karen selalu datang dari lima kali panggilan pemeriksaan dari kejaksaan.

"Alasan yang kurang berdasar menurut saya seperti melarikan diri, mengulangi perbuatannya dan sebagainya. Bu Karen saya kira cukup kooperatif menyampaikan apa adanya," kata dia.

Sebelum ditahan, Karen diperiksa sebagai tersangka selama 5 jam.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved