Gubernur Erzaldi Pangku Siswa yang Disuntik Vaksin MR, Ini Fakta-fakta yang Diungkap Gubernur

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan memangku sejumlah siswa SD N 21 Pangkalpinang yang disuntik vaksin Measles Rubella (MR).

Gubernur Erzaldi Pangku Siswa yang Disuntik Vaksin MR, Ini Fakta-fakta yang Diungkap Gubernur
Bangka Pos / Dedy Qurniawan
Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Roesman Djohan saat memangku siswa SD N 21 Pangkalpinang, Rabu (26/9/2018). Erzaldi hadir pada sosialisasi dan pelaksanaan vaksin MR di sekolah tersebut. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan memangku sejumlah siswa SD N 21 Pangkalpinang yang disuntik vaksin Measles Rubella (MR).

Aksi ini ia lakukan saat hadir pada acara sosialisasi dan pelaksnaan imunisasi MR di sekolah tersebut, Rabu (26/9/2018).

Pada acara tersebut, Erzaldi juga sempat berdialog dengan siswa dan orangtua yang hadir. Ia juga membagikan sejumlah hadiah kepada siswa yang berhasil menjawab kuis.

"Kegiatan ini kami laksanakan di SD 21 karena kemarin respons orangtua untuk vaksin MR ini kurang sehingga saya merasa perku untuk datang ke sini bersama tim medis, MUI, dan Sekda Pangkalpinang," kata Erzaldi.

Dia berharap kehadirannya dapat membuat masyarakat lebih jelas dan lebih tahu mengenai keharusan vaksin MR. Mantan Bupati Bangka Tengah itu, para kepala daerah juga melalukan hal serupa dengan terjun langsung ke masyarakay untuk sosialisasi.

"Imunisasi MR ini sangat perlu apa yang disampaikan oleh pemerintah itu pasti ada manfaatnya untuk kesehatan masyarakat kita," katanya.

Cakupan Baru 42 Persen

Cakupan vakisn MR di Babel baru 42 persen. Menurut Erzaldi, capaian ini masih jauh dari target 95 persen.

Dia meminta sosialisasi terus digencarkan oleh para guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para ASN.

Erzaldi menyatakan ia akan keliling memotivasi masyarakat agar mau divaksin MR.
"Keberhasilannya harus di atas 95 persen agar tidak terkena wabah. Dan pemerintah harus berusaha keras, berikan penjelasan sejelas-jelasnya kepada masyarakat, ," ujarnya.

Pihaknya, menurut Erzaldi, memiliki pandangan soal target yang belum tercapai dan masa sosialisasi yang diputuskan oleh Menkes RI dapat diperpanjang hingga akhir Oktober 2018. Pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin hingga akhir September meskipun masa pelaksanaan bisa diperpanjang.

"Babel jangan berpikir bahwa ini bisa diperpanjang, tapi berpikirnya bahwa akhir September ini selesai. Jadi jangan nanti berharap ada perpanjang atau tidaknya," kata dia.

"Kami harus optimistis ini sampai target," katanya lagi.(*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved