Peringati 149 Tahun Wafatnya Depati Amir, Yayasan Tanah Pusaka Gelar Doa Bersama

Depati Amir ini merupakan simbol pelayanan kepada masyarakat Babel dan mengajak dan menyemangati masyarakat Babel mengenyahnya

Peringati 149 Tahun Wafatnya Depati Amir,  Yayasan Tanah Pusaka Gelar Doa Bersama
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Yayasan Tanah Pusaka menggelar doa bersama masyarakat untuk mengenang wafatnya Depati Amir ke 149 tahun dan tribute to Depati Amir, di Kampoeng Rasau, Jum'at (28/9/2018) malam. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Yayasan Tanah Pusaka menggelar doa bersama masyarakat untuk mengenang wafatnya Depati Amir ke 149 tahun dan tribute to Depati Amir, di Kampoeng Rasau, Jum'at (28/9/2018) malam.

Doa bersama dihadiri masyarakat sekitar Kampoeng Rasau, Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah, Kepala Dinas Sosial Babel, Aziz Harahad, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Suparyono, Pesantren Ilyamun Maju Barin, KH H. ilyasa', Kerluarga Depati Bahrin Zainal Abidin Bahrin.

Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah mengatakan dalam momentum mengenang wafatnya Depati Amir mengenang perjuangan Depati Amir merupakan simbol pelayanan Depati Amir kepada masyarakat saat itu untuk memperjuangkan kemerdekaan.

"Depati Amir ini merupakan simbol pelayanan kepada masyarakat Babel dan mengajak dan menyemangati masyarakat Babel mengenyahnya penjajahan dari Babel. Perjuangan yang dimulai dari 1848-1851, oleh karena itu kita melihat perjalanan yang panjang ini, ini merupakan simbol melakukan perjuangan terus menerus," katanya dalam sambutannya.

Fatah mengajak masyarakat yang hadir, untuk kembali mengenang jasa-jasa yang telah dilakukan Depati Amir untuk memperjuangkan kemerdekaan.

"Kita sebagai ahli waris harus mengingat apa telah dilakukan dalam membela tanah air dan mewujudkan kemerdekaan. Perjuangan panjang ini harus kita kenang," tambahnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Babel untuk mendukung dan mendoakan agar dua tokoh Babel yang diusulkan menjadi Pahlawan Nasional yakni Depati Amir dan HAS Hanandjoeddin dapat ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai pahlawan nasional.

"Semoga nanti pada 10 November, dua tokoh yang kita usulkan ini ditetapkan pemerintah pusat menjadi pahlawan nasional, dan kita terus memperjuangkan ini," tambahnya.

Perwakilan Yayasan Tanah Pusaka, Ali Usman mengatakan Depati Amir wafat pada 28 September 1869 di Kupang dan dimakamkan di Pekuburan Islam Batu Kadera, Kelurahan Airmata, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Alhamdulillah dengan kesederhanaan kita memperingati 149 tahun wafatanya Depati Amir. Perjuangan begitu gigih berjuang mengorbankan harta dan keluarga," katanya.

"Dengan mengemang perjuangan, kita berharap generasi muda bisa megenal dan mendalami perjuangan beliau dan mendoakan beliau pada 10 November insha Allah ditetapkan sebagai pahlawan nasional," harapnya.

Menurutnya, jika tidak ada kendala Depati Amir akan ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

"Tahun ini kita mengajukan, pada pertemuan akhir Agustus dengan tim TP2GD dan Sekretaris Dewa Gelar yang mengkaji dan keduanya mengiyakan. Khusus Depati Amir dari 13 orang TPGP semuanya menyetujui Depati Amir sebagai Pahlawan Nasional, semoga tidak ada kendala mudah-mudahan sampai akhir acara hajat kita terkabul tanggal 10 November 2018 nanti ditetapkan sebagai pahlawan Nasional," harapnya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved