Mencuri di Rumah Dinas Pajak, Selamat Hanya Menunduk saat Tiga Saksi Dihadirkan dalam Persidangan

Mengenakan peci putih serta duduk di kursi kesakitan, Selamat (45), yang merupakan Residivis dalam kasus 14 pencurian di lokasi

Mencuri di Rumah Dinas Pajak, Selamat Hanya Menunduk saat Tiga Saksi Dihadirkan dalam Persidangan
Suasana persidangan di Ruang Sidang Tirta Pangkalpinang yang nampak Terdakwa Selamat(45) duduk tertunduk lesu. 

Laporan Wartawan Bangkapos, Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Mengenakan  peci putih serta duduk di kursi kesakitan, Selamat (45), yang merupakan Residivis dalam kasus 14 pencurian di lokasi berbeda nampak tertunduk lesu di ruang Sidang Tirta Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

Persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim (Sri Endang A Ningsih), dan hakim anggota (Siti H Siregar dan Corry Oktarina) dengan agenda pemeriksaan saksi.

Pantauan bangkapos.com, majelis hakim beberapa kali melontarkan pertanyaan yang diajukan dalam persidangan, karena terdakwa terkesan bertele-tele dan menjawab dengan intonasi suara pelan.

"Saudara terdakwa sudah berapa kali mencuri?," tanya ketua hakim dengan tegas dihadapan persidangan

Terdakwa mengaku baru beberapa kali melakukan pencurian sehingga hakim pun terlihat geram dengan jawaban terdakwa yang tidak jujur.

Dalam persidangan tersebut, adapun saksi yang dihadirkan merupakan staff pekerja pajak yakni Ardi Ananta , Kausar Luger, dan Ahmad Syafii, mereka pun turut membeberkan kronologis peristiwa yang tidak berbeda jauh dengan berita persidangan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Jaksa Penuntut Umum (Habiba Hanum), membeberkan dalam berita persidangan yaitu berawal Kamis (31/5/2018) lalu, sekira pukul 04.30 wib bertempat di Rumah Dinas Pajak Jalan Kejaksaan Kecamatan Taman Sari Pangkalpinang.

Selamat mencongkel pintu rumah tersebut menggunakan linggis dan setelah berhasil membuka pintu itu, ia mengambil barang-barang berharga yang ada dirumah hingga meletakkan ke dalam keranjang yang berada di atas sepeda motor kemudian kabur menuju arah Pasar pagi.

Lalu sang pemilik rumah sekitar pukul 05.00 wib, merasa janggal dengan kondisi rumah yang terbuka dan memeriksa barang-barang berharga miliknya yang sebelumnya disimpan di dalam kamar dan sudah tidak ada lagi.

"Adapun barang bukti yang diamankan yakni satu unit Iphone 7, satu unit Samsung Galaxy Note 4 warna Gold, satu unit Xiaomi Redmi 5 Plus warna hitam, satu unit Xiaomi Redmi 5 Plus, satu unit IPhone 6S Plus, satu unit TAB ASUS FE171G warna hitam," ujarnya.

Lalu ada Blackberry Pasport warna hitam, dua unit Handphone Sony ZR warna Pink, satu unit MEIZU M2 Note, dua buah power bank warna putih, satu Head Phobe merek Rexus, satu buah tas ransel warna hitam merek Eiger, uang tunai sebesar Rp. 3.500.000 dan dua buah dompet yang berisikan kartu identitas.

Atas perbuatannya tersebut, selamat pun diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 Ayat (1) ke-3,5 KUHPidana, serta sidang akan dilanjutkan pekan depan.

Ketika digiring menuju ruang tahanan PN pangkalpinang, tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya bahkan ia hanya menunduk dengan tatapan mata kebawah sambil diborgol oleh petugas lapas.(*)

Penulis: Yudha Palistian
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved