Ranggi Asam Gencar Promosi Desa, Kembangkan Usaha Talas Hingga Minyak Kelapa

Usaha memajukan dan mengembangkan kreativitas masyarakat agar memiliki nilai di Desa Ranggi Asam Kecamatan Jebus perlu dicontoh.

Ranggi Asam Gencar Promosi Desa, Kembangkan Usaha Talas Hingga Minyak Kelapa
Istimewa
Perangkat Desa Ranggi Asam 

BANGKAPOS.COM - Usaha memajukan dan mengembangkan kreativitas masyarakat agar memiliki nilai di Desa Ranggi Asam Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat perlu dicontoh.

Melalui PKK bersama masyarakat desa sedikit demi sedikit mulai mengembangkan usaha pembuatan minyak berbahan dasar kelapa kemudian talas.

Kades Ranggi Asam, Nur’in menyampaikan, ide penanaman talas ini muncul setelah melihat keberhasilan warganya memanfaatkan lahan kebun ladanya.

Ketika itu kebun lada milik satu diantara petani di desanya banyak yang terkena penyakit kemudian mati, lalu di bekas lahan tersebut kemudian talas ditanam.

“Hasilnya Alhamdulillah sudah dirasakan oleh warga kami. Dari hasil ini kemudian dikembakanlah berbagai macam makanan olahan siap saji, respon masyarakat cukup baik dan ini merupakan satu peluang,” terangnya.

Disisi lain Nur’in melanjutkan, mengolah kelapa menjadi minyak murni secara tradisional di desanya sudah dilakukan oleh masyarakat sejak lama. Sehingga pada tahun 2016 silam, pihaknya berinisiatif agar kegiatan ini terus berkembang dan dibantu warga dengan bibit kelapa.

“Tujuannya sederhana, apa yang telah ada di desa ini tidak hilang, kemudian mendapatkan bahan baku minyak kelapa nantinya lebih mudah, desa dan masyarakat menghasilkan produk yang dikenal luas,” ungkap Nur’in.

Proses pembuatan dodol pesta adat sunatan massal Desa Ranggi Asam.
Proses pembuatan dodol pesta adat sunatan massal Desa Ranggi Asam. (Istimewa)

Dia menjelaskan, sebetulnya tidak hanya dua hal yang menjadi fokus pengembangan di Desa Ranggi Asam. Pokok dari ini adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan ekonomi pasca tambang timah.

Berbagai hal untuk menunjang ini mulai dilakukan, de­ngan menggiatkan gotong royong, lalu menunjang usaha pertanian perkebunan hingga pendirian badan usaha milik desa (BUMDes).

“Muaranya nanti di BUMDes, sekarang desa kami sudah terbentuk, usahanyapun sudah ada, yakni dibidang pertanian. Ini sesuai dengan program dari Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dan Provinsi Babel,” jelas Kades yang sudah dua periode menjabat ini.
Disisi lain pembangunan fisik berkat adanya dana desa terus dilakukan, baik itu untuk pendidikan hingga pelatihan penguatan sumber daya manusia.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved