Royalti Mineral Ikutan Kecil, Adet: Kita Berjuang ke Pusat

DPRD Bangka Belitung akan segera mengesahkan Raperda Mineral Ikutan Timah menjadi Perda dalam bulan ini juga.

Royalti Mineral Ikutan Kecil, Adet: Kita Berjuang ke Pusat
Bangka Pos / Hendra
Ketua Pansus Raperda Mineral Ikutan, Adet Mastur 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- DPRD Bangka Belitung akan segera mengesahkan Raperda Mineral Ikutan Timah menjadi Perda dalam bulan ini juga.

Dalam perda tersebut, tidak hanya mengatur soal tata kelola mineral ikutan timah, tetapi perda juga mengatur besaran royalti bagi daerah penghasil.

“Besaran sudah ada aturannya dari pusat, ada di PP. Royaltinya tetap 3 persen seperti yang diatur oleh pemerintah,” kata Adet Mastur, Ketua Pansus Mineral Ikutan Timah, kepada bangkapos.com, Senin (1/10/2018).

Diakuinya bila royalti 3 persen itu terlalu kecil. Apalagi Bangka Belitung yang merupakan daerah penghasilnya, tak sesuai dengan dampak dari proses penambangannya.

Adet mengatakan bila royalti ingin lebih besar, harus diperjuangkan dulu ke pemerintah pusat.

“Tinggal kita yang berjuang ke pusat untuk mendapatkan royalti lebih tinggi. Kalau aturannya saat ini cuma dapat 3 persen. Jadi harus berjuang meminta ke pemerintah pusat royaltinya dinaikkan lagi,” kata Adet.

Sementara penetapan royalti 3 persen di Perda Mineral Ikutan timah mengacu pada peraturan pemerintah dalam penetapan royalti timah.

Penulis: Hendra
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved