Iringan Obor dan Tradisi Nganggung Sambut Peserta Kirab Pemuda 2018 di Kelurahan Matras

Masyarakat Bangka menyambut tamu dengan bergotong royong membawakan dulang yang berisi makanan untuk dimakan bersama

Iringan Obor dan Tradisi Nganggung Sambut Peserta Kirab Pemuda 2018 di Kelurahan Matras
Bangkapos/Nurhayati
Para peserta kirab saat makan bersama acara Nganggung, Rabu (3/10/2018) malam di Masjid Ihsan Matras.

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Para peserta Kirab Pemuda 2018 dari berbagai daerah di Indonesia saat tiba di Kelurahan Matras Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (3/10/2018) malam langsung disambut dengan Adat Budaya Bangka, Nganggung.

Dalam tradisi ini satu rumah satu dulang atau dikenal dengan Sepintu Sedulang dengan membawakan berbagai makanan menggunakan dulang yang ditutup tudung saji.

Beberapa diantara mereka juga mencoba langsung membawakan dulang bertutup tudung saji berwarna merah.

Diiringi para pemuda Kelurahan Matras yang membawakan api obor dan iringan dulang mereka berjalan dari balai kelurahan ke Masjid Al Ihsan.

Mereka langsung disambut para pengurus masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala OPD di Pemkab Bangka dan masyarakat Kelurahan Matras.

Dulang yang tertutup tudung saji ini diletakan berjejer di dalam masjid yang menjadi tempat untuk makan bersama adat Nganggung.

Beberapa diantara peserta Kirab Pemuda 2018 tersebut bertanya-tanya ini kegiatan ini acara apa.

Diantara peserta yang mendapatkan informasi dari masyarakat maupun Panitia Kirab Pemuda 2018 Babel menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan Adat Budaya Nganggung yang menjadi ciri khas masyarakat Bangka.

Lurah Matras Farid Alkindi menjelaskan kepada 50 Peserta Kirab Pemuda 2018 yang hadir, bahwa Nganggung merupakan adat budaya di Pulau Bangka.

Halaman
123
Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved