Mudahkan Pengunaan Pendataan Obat, Dinkes Bangka Luncurkan Sipeda

Aplikasi yang diluncurkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka ini merupakan aplikasi pengelolaan data obat terintegrasi mulai

Mudahkan Pengunaan Pendataan Obat, Dinkes Bangka Luncurkan Sipeda
ist/dinkes bangka
Launcing SIPEDA FARMASI yakni Aplikasi Pengelolaan Data Obat dan Perbekalan Farmasi), Sabtu (29/9/2018) di Hotel ST 12 Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Pemerintah Kabupaten Bangka meluncurkan program SIPEDA FARMASI yakni Aplikasi Pengelolaan Data Obat dan Perbekalan Farmasi), Sabtu (29/9/2018) di Hotel ST 12 Sungailiat.

Aplikasi yang diluncurkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka ini merupakan aplikasi pengelolaan data obat terintegrasi mulai dari perencanaan kebutuhan, penerimaan obat dari distributor obat, permintaan, pendistribusian, pemantauan tanggal kadaluarsa obat, stok opname, dan pelaporan.

Dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka,dr Then Suyanti dengan adanya SIPEDA FARMASI informasi ketersediaan obat lebih cepat diketahui oleh puskesmas dan data yang disajikan lebih akurat, mempermudah permintaan dan pelaporan obat dari puskesmas ke finas kesehatan.

Selain itu sebagai bahan untuk menyusun analisis,evaluasi dan kebijakan yang berkaitan dengan obat, yang pada akhirnya akan mendukung reformasi birokrasi yaitu akuntabilitas kinerja dan peningkatan pelayanan publik di bidang obat dan perbekalan kesehatan.

Menurut Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Politik dan Pemerintahan Hj Restunemi, yang mewakili Bupati Bangka, Mulkan, menyambut baik kegiatan ini yang merupakan proyek perubahan inovasi Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan 2 Tahun 2018 di PPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi.

Disampaikannya bahwa obat merupakan salah satu komponen penting dan barang yang tidak tergantikan dalam pelayanan kesehatan. Oleh karena itu,obat perlu dikelola dengan baik, efektif, dan efisien.

"Tujuan pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan adalah untuk menjamin ketersediaan,pemerataan, dan keterjangkauan obat dengan jenis dan jumlah yang cukup,sehingga mudah diperoleh pada tempat dan waktu yang tepat," jelas Restunemi.

Disampaikannya bahwa proses pengelolaan obat di Kabupaten Bangka dimulai dari perencanaan kebutuhan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan, pelaporan, stok opname, pemantauan,dan evaluasi obat.

"Untuk memberikan kemudahan, kecepatan dan keakuratan dalam proses pengelolaan data obat, diperlukan teknologi informasi dalam pengelolaan dan manajemen data obat tersebut," kata Restunemi.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Bangka, para kepala puskesmas dan rumah sakit, dan undangan lainnya.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved