Peringati Hari Kontrasepsi Se-Dunia, BKKBN Gencar Ajak Masyarakat Ber-KB
BKKBN Bangka Belitung menggelar Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2018 berlangsung di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang.
BANGKAPOS.COM - BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2018 berlangsung di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang, Selasa (2/10).
Kegiatan dibuka Wakil Gubernur Babel H Abdul Fattah dan dihadiri Sekretaris Utama BKKBN Pusat Nafrijal, mewakili Plt Wali Kota Pangkalpinang Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Pangkalpinang Rita Komarina, Kepala Perwakilan BKKBN Babel Hj Etna Estalita, Kepala Dinas Kesehatan Babel Drg Mulyono Susanto, Kasi Intel Korem 045 Gaya Letkol Deksi Van Toni, Ketua MUI Babel DR H Zayadi,Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika MUI Babel Nardi Pratomo, Forkominda serta para tamu dan undangan.
Wakil Gubernur Babel, H Abdul Fattah mengatakan pengendalian penduduk merupakan peran penting yang dilakukan BKKBN melalui pemasangan alat kontrasepsi.
Dalam meningkatkan kualitas penduduk di Babel, data survei Sensus Nasional tahun 2017 disebutkan bahwa 57,87 persen wanita di Babel menikah pada usia kurang dari 20 tahun.
Sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan, terdapat 64 persen wanita yang menikah di bawah usia pelajar SMA.
"Ini merupakan kondisi yang sangat memprihatinkan bagi kita di Provinsi Kepulauan Babel," jelasnya.
Lebih lanjut Fattah menjelaskan, Kepala Perwakilan BKKBN BAbel setiap hari selalu mengumandangkan hati-hati dengan kondisi menikah di bahwa usia 20 tahun dengan pendidikan dibawah usia pelajar SMA.
"Ini akan membuat pusing dan menambah banyak pekerjaan dalam menghadapi bonus demografi dalam tahun 2030," ungkap Fattah.
Sementara itu Sekretaris Utama BKKBN Pusat, Nofrijal menjelaskan peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia, jatuh pada 26 September 2018 dan secara nasional akan dilaksanakan pada 9-10 di Kota Cirebon, Jawa Barat.
Nofrijal menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Babel yang tidak henti-hentinya selalu memberikan dukungan penuh dengan kegiatan Temu Nasional Kamping, pertemuan nasional PIK Remaja.
Dikemukakan Nofrijal, Hari Kontrasepsi diperingati dalam rangka mengingatkan masyarakat bahwa di Indonesia sudah memiliki 34 juta para peserta keluarga berencana dari 48 juta pasangan usia subur.
Menurut Nofrijal, pada Hari Kontrasepsi untuk mengakses pelayanan ke masyarakat, keluarga pasangan suami istri yang belum ber-KB sekitar 5 juta pasangan usia subur yang sudah menikah dilayani KB tapi tidak bisa dilayani.
"Hal ini belum dapat terlayani karena akses pelayanan belum lengkap, dan persepsi dari pasangan itu sendiri," ujarnya.
Dilanjutkannya, hampir 100 juta pasangan yang belum ber-KB dan ini harus ditargetkan oleh negara di seluruh dunia.
"Peringatan Hari Kontrasepsi ini untuk mengingatkan kepada kita bahwa tugas pemerintah, masyarakat dan tokoh masyarakat agar mengingatkan pada pasangan yang sudah seharusnya ber- KB, tapi tidak menggunakan alat kontrasepsi, " ungkap Nofrijal.
Dalam sosialisasi kesehatan reproduksi, pembicara dr Najib menjelaskan bahwa kontrasepsi ini bermula dari reproduksi dan harus lebih perhatian (aware).
Apalagi kata Najib, angka kematian ibu masih lebih tinggi pada tahun 2010 sekitar 350-an, tahun 2014 dan 2015 sebanyak 305 orang. Sedangkan target tahun 2019 sebanyak 277 orang.
"Kita berharap akan lebih jauh menurun, dan jauh lebih tinggi dibanding negara tetangga dan angka pada wanita hamil angka anemia agak tinggi sekitar 32 persen," jelasnya.
Dikemukakan Najib, penyakit yang menyerang anggota reproduksi seperti kanker serviks masih lebih tinggi angkanya 12,8 persen.
Selain itu menurut Najib, tentang kekerasan seksual. Pada wanita dari data disebutkan satu dari tiga perempuan mengalami kekerasan fisik seksual oleh pasangan atau selain dari pasangan.
Sedangkan rasio penyakit menular seksual pada laki-laki dan perempuan itu 2 : 1.
Peserta Hari Kontrasepsi Sedunia diikuti 300 orang, OPD KB, Remaja GenRe.
Acara diawali dengan melakukan Senam Maumere dan dilanjutkan sosialisasi kesehatan reproduksi menghadirkan pembicara dr Najib SPOg dari RS Medika Stania.
Acara ini diketuai Fazar Supriadi Sentosa selaku Kabid KSPK dengan moderator Yudi Rafani selaku Kasubbid Jalpemswa.
Dilakukan juga penandantanganan perjanjian kerjasama terkait Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) oleh Wagub Babel H Abdul Fattah dan Kepala Perwakilan BKKBN Babel Hj Etna Estalita disaksikan Sekretaris Utama BKKBN Pusat Nofrijal.
Sedangkan MoU tentang pemberian label halal untuk UPPKS di Babel, antara Kepala Perwakilan BKKBN Babel Hj Etna Estalita dan Ketua MUI Babel DR H Zayadi.
Para remaja mendeklarasikan remaja GenRe dan drama musikal yang dibawakan MAN IC Kabupaten Bangka Tengah.
Kegiatan juga diisi bazar makanan binaan UPPKS BKKBN Babel serta pemberian pelayanan kontrasepsi.
Sebanyak 34 orang yang memasnag KB implant, 8 orang IUD, 5 orang pil, 5 orang suntik dan 2 orang kontrasepsi kondom. (adv/rya/may)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/bkkbn_20181003_090937.jpg)