Kamis, 9 April 2026

Susi Pudjiastuti Audiensi dengan Nelayan Belitung Timur, Ini yang Dibahas

Kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Pantai Burung Mandi dilakukan dalam rangka audiensi dengan para nelayan.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti didampingi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia Arcandra Tahar serta Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fattah saat audiensi bersaman nelayan di Pantai Burung Mandi Kecamatan Damar pada Kamis (4/10/2018) 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

BANGKAPOS.COM  - Kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Pantai Burung Mandi dilakukan dalam rangka audiensi dengan para nelayan. Beberapa nelayan menyampaikan langsung aspirasinya terkait masalah pencurian ikan agar tak ada penambangan laut dan penjagaan laut diperketat 

"Pencurian ikan ini biasanya beroperasi malam, kalau kami (nelayan) melapor pencurinya sudah hilang, bolehkah nelayan menindaklanjuti langsung karena kami siap menjaga laut dengan sepenuh hati," ujar seorang nelayan pada Kamis (4/10/2018).

Dikatakan Susi penambangan cukup dilakukan di darat tanpa ada penambangan di laut. Ia pun tegas mengatakan laut Belitung yang bersih tidak boleh ada aktivitas penambangan yang akan berdampak pada penghasilan para nelayan.

Mengenai pencurian ikan, wanita pemilik penerbangan Susi Air ini mengatakan boleh melakukan tindakan kepada kapal pencuri asal tidak melukai orangnya.

"Ada HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) beri peringatan, orangnya dilaporkan ke kantor polisi tidak boleh disakiti. Masyarakat ada, kelompok ada, berhak mempertahankan sumber mata pencaharian. Ibu dukung, tapi tidak boleh ada kekerasan," katanya.

Dengan begitu menurut Susi, hasil laut bisa dinikmati langsung oleh para nelayan. Apalagi potensi laut Belitung yang indah dan kaya perlu disyukuri dengan menjaga dan mengelola sumber daya.

Ia pun berpesan kepada nelayan agar tidak menggunakan alat tangkap yang merusak seperti portas, dinamit atau trawl.

"Jadi harus dijaga ada. Ada yang aneh ngebom pakai kompresor, kejar. Gak mampu minta tolong Kapolres atau angkatan laut, itu namanya ikhtiar," imbuh Susi.(*)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved