Aktivitas Tambang di Hutan Simpang Gedong Ditertibkan Personil Polsek Sungaiselan

Jajaran Polsek Sungaiselan melakukan penertiban tambang ilegal di kawasan hutan Simpang Gedong desa Lampur Kecamatan Sungaiselan,

Aktivitas Tambang di Hutan Simpang Gedong Ditertibkan Personil Polsek Sungaiselan
Ist
Jajaran Polsek Sungaiselan melakukan penertiban tambang ilegal di kawasan hutan Simpang Gedong desa Lampur Kecamatan Sungaiselan Kabupaten Bangka Tengah, pada Kamis (4/10/2018) siang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Jajaran Polsek Sungaiselan melakukan penertiban tambang di kawasan Hutan Simpang Gedong desa Lampur Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, pada Kamis (4/10/2018) siang.

Kegiatan penertiban itu langsung dipimpin oleh Kapolsek Sungaiselan Iptu Mulya Sugiharto dan Kanit Res Polsek Sungaiselan Ipda Adrian Batu Bara beserta personel Polsek Sungaiselan lainnya.

"Kegiatan penertiban tambang tersebut menindaklanjuti surat laporan, permohonan dari Dinas Pekerjaan umum, penataan ruang dan pertanahan Bangka Tengah, sehubungan akan di lakukan normalisasi alur sungai Simpang Gedong,"kata Kapolsek atas Ijin Kapolres Bangka Tengah AKBP. Edison L.B Sitanggang, kepada wartawan, Jumat (5/10/2018)

Dikatakan Kapolsek aktivitas tersebut di khawatirkan akan mengganggu aktivitas pengerukan alur sungai. Sehingga diberikan imbauan oleh jajaran Polsek Sungaiselan.

"Tujuan kita agar tambang yang berada di sekitar alur Sungai bisa menghentikan segala aktivitas penambangan paling lama satu minggu setelah diberikan peringatan,"lanjutnya

Kapolsek menambahkan, langkah langkah yang dilakukan personil Polsek Sungaiselan melakukan penertiban aktivitas tambang inkonvesional rajuk yaitu, memberikan imbauan Kamtibmas kepada para penambang agar segera mengangkat alat pertambanganya.

"Tidak boleh lagi menambang di kawasan ini, kita juga memasang spanduk larangan melakukan pertambangan, karena ada ancaman pidananya,"lanjutnya

Kapolsek menambahkan, berdasarkan kesepakatan dari pihak penambang dalam waktu paling lama satu minggu terhitung setelah dilakukannya penertiban, tidak boleh lagi dilaksanakan aktifitas pertambangan.

"Para penambang ini sepakat kan keluar dan tidak akan melakukan aktivitas kembali di Kawasan hutan Simpang Gedong Desa Lampur. Apabila dalam batas kurun waktu ditentukan masih melakukan penambang maka akan dilakukan tindakan secara tegas dan sesuai peraturan hukum yang berlaku,"jelasnya(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved