Gempa Palu Donggala

84 Anak Korban Gempa Palu Terpisah dari Orangtuanya, Jadi Rebutan Warga Untuk Diadopsi

Anak-anak korban gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) kini menjadi rebutan warga untuk mengadopsinya.

84 Anak Korban Gempa Palu Terpisah dari Orangtuanya, Jadi Rebutan Warga Untuk Diadopsi
Tribunnews/Irwan Rismawan, Instagram @wahyuwiwoho
Izrael, bocah korban gempa Palu, Sulawesi Tengah. 

BANGKAPOS.COM - Anak-anak korban gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) kini menjadi rebutan warga untuk mengadopsinya.

Ratusan orang banyak berdatangan ketempat penampungan anak-anak korban gempa Sulteng yang kini belum diketahui dimana keberadaan orangtuanya.

Selain memberikan bantuan, sebagian dari warga juga berebut ingin mengadopsi anak-anak tersebut.

Terlebih, setelah beredar informasi hoax jika ada 84 anak korban bencana Sulses siap diadopsi.

Baca: Ayah Menangis Gendong Bayinya Pergi dari Palu Karena Tak Ada yang Tersisa, Anak-Istri Meninggal

Informasi tersebut beredar luas dalam broadcast pesan singkat bahwa 84 anak korban bencana Sulawesi Tengah (Sulteng) yang ditampung di Yayasan Akar Panrita Mamminasata dan RSUD Daya Makassar, siap diadopsi.

Hal ini membuat warga berdatangan dan berebut ingin mengadopsi anak-anak tersebut.

Baca: Gempa Palu - Kampung di Palu Ini Bergeser Sejauh 3 Km Digantikan Kebun Jagung dan Kol

Tak sediikit warga yang termakan hoax soal kabar adopsi itu, ada sekitar 500-an warga kota Makassar yang sengaja datang ingin mengadopsi 84 anak korban bencana gempa bumi dan tsunami Sulteng setelah menerima informasi hoax tersebut.

Mereka berbondong-bondong datang ke yayasan tempat para anak-anak itu ditampung yakni di Yayasan Akar Panrita Mamminasata, Jl Bukit Baruga, Antang, Kota Makassar.

“Sejak kemarin sampai sekarang, sudah ada sekitar 500-an warga di Kota Makassar ingin mengadopsi anak korban bencana Sulteng yang kami tampung disini. Ada yang menelpon akan mengadopsi, ada pula yang datang langsung ke sini mau mengadopsi anak. Rata-rata ibu-ibu yang berminat mengadopsi anak korban bencana Sulteng,” kata Kepala Sekolah Yayasan Akar Panrita Mamminasata, Fitriana Basira yang ditemui di kantornya, Jumat (5/10/2018) mengutip Kompas.com

Basira dengan tegas membantah bahwa 84 anak korban bencana Sulteng yang kini di bawah tanggungannya siap diadopsi.

Sekolah TK dan SD Yayasan Akan Panrita Mamminasata Jl Bukit Baruga, Antang, Kota Makassar menjadi lokasi penampungan anak korban bencana di Sulteng.
Sekolah TK dan SD Yayasan Akan Panrita Mamminasata Jl Bukit Baruga, Antang, Kota Makassar menjadi lokasi penampungan anak korban bencana di Sulteng. (KOMPAS.com/Hendra Cipto)

Bahkan, pihak yayasan sekolah TK dan SD ini pun telah menyebarkan poster bertuliskan “Informasi Adopsi Hoaks Semata”.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved