Kota Palu Diisukan Tenggelam, Menteri Jonan Langsung Menanggapi dan Menjabarkan Analisa

Kota Palu Diisukan Tenggelam, Menteri Jonan Langsung Menanggapi dan Mejabarkan Analisa Geologi

Twitter @Sutopo_PN
Lumpur muncul dan membuat rumah serta pepohonan seakan berjalan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pascagempa di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). 

BANGKAPOS.COM -- Sebuah video yang disebut pfoses Likuifaksi tanah di Palu saat gempa terjadi di wilayah tersebut. Kejadian tersebut yang diduga menyebabkan banyak bangunan di atasnya terseret dan tenggelam ke dalam tanah.

Ada banyak korban yang tertimbun bersama rumah-rumah warga.

Fenomena apa yang terjadi?

Bahkan beberapa waktu lalu tersebar isu jika Kota Palu terancam tenggelam. Namun kabar itu cepat-cepat dibantah oleh pemerintah.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menepis isu yang beredar terkait gempa susulan yang lebih besar sehingga menyebabkan tenggelamnya Kota Palu Sulawesi Tengah. Dari hasil kajian Badan Geologi Kementerian ESDM, daerah yang terdampak gempa terpusat di sesar Palu-Koro, dan tidak akan membuat Palu tenggelam.

"Menurut kami dari hasil uji keilmuan geologi, sebenarnya dampak kegempaan ini hanya berada di sesar Palu-Koro yang lebarnya 1 kilo meter (km), panjangnya memang sampai ke arah laut. Tidak berdampak kepada wilayah yang di luar itu," ujar Jonan saat melakukan kunjungan ke Pos Pengamatan Gunung Agung di Karangasem Bali, Jumat (5/10/2018).

Ia menegaskan, isu tenggelamnya Kota Palu sama sekali tidak didasarkan pada kajian ilmiah kegeologian. "Jadi kalau Kota Palu itu bakal terjadi bencana yang menyeluruh ini hanya estimasi.

Hal-hal yang berlebihan tidak didukung pada study, riset maupun analisis ilmiah di bidang kebumian," tegas Jonan.

Argumen ini didukung dengan pantauan langsung Jonan ke lokasi bencana di kota Palu, Kamis (4/10/2018) yang melihat bahwa gempa bumi dan likuifaksi hanya terjadi sepanjang garis lurus sesar Palu-Koro dan tidak melebar di luar batas itu.

"Seperti yang kita lihat, kemarin itu kan satu garis aja (sesar Palu-Koro)," imbuhnya.

Halaman
12
Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved