Satpol PP Tertibkan TI di Kawasan Industri Jelitik

Alur sungai jangan sampai dangkal. Pasalnya kondisi ini bisa menyebabkan banjir di daerah pinggir Daerah Aliran Sungai (DAS) karena sendimentasi.

Satpol PP Tertibkan TI di Kawasan Industri Jelitik
(ist/satpol pp kabupaten bangka)
Tim Satpol PP bersama pihak Kelurahan Jelitik, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, serta Dinas Pertanahan dan Pemukiman Kabupaten Bangka, Sabtu (6/10/2018) saat melakukan upaya persuasif agar para penambang menghentikan penambangan di Kawasan Industri Jelitik. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM  --  Para penambang tambang timah inkonvensional (TI) di Kawasan Industri Jelitik Sungailiat, Sabtu (6/10/2018) ditertibkan oleh Tim Satpol PP bersama pihak Kelurahan Jelitik, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, serta Dinas Pertanahan dan Pemukiman Kabupaten Bangka.

Saat ditertibkan para penambang yang sedang beroperasi menambang timah di kawasan industri itu dikumpulkan oleh petugas satpol pp. Dari hasil pendataan pihaknya ada 12 penambang yang menambang di Kawasan Industri Jelitik tersebut.

Mereka diperingatkan agar tidak menambang lagi di Kawasan Industri Jelitik yang merupakan aset Pemkab Bangka.

Diakui Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman banyak aset Pemkab Bangka di masuk TI ilegal.

Tim Satpol PP bersama pihak Kelurahan Jelitik, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, serta Dinas Pertanahan dan Pemukiman Kabupaten Bangka, Sabtu (6/10/2018) saat melakukan upaya persuasif agar para penambang menghentikan penambangan di Kawasan Industri Jelitik.
Tim Satpol PP bersama pihak Kelurahan Jelitik, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, serta Dinas Pertanahan dan Pemukiman Kabupaten Bangka, Sabtu (6/10/2018) saat melakukan upaya persuasif agar para penambang menghentikan penambangan di Kawasan Industri Jelitik. ((ist/satpol pp kabupaten bangka))

"Di lokasi Jelitik apalagi lokasi tersebut sudah kita kontrakan ke pihak ketiga untuk sumber PAD kita. Kami lakukan penertiban secara persuasif agar memindahkan tambang timah ke tempat yang bukan menjadi lokasi yang dikontrakan ke pihak ketiga," kata Suherman kepada bangkapos.com.

Dia menegaskan, apabila para penambang tetap membandel maka dengan terpaksa tim gabungan bersama Polres Bangka turun untuk menghentikan operasional TI ilegal tersebut. "Dari pihak penambang bersedia memindahkan TI tersebut," kata Suherman

Saat disinggung apakah penambangan TI tersebut ada yang membekingi, Suherman mengaku tidak tahu.

"Kalau membekingi dak tahu," ucap Suherman.

Namun ia memastikan aset Kawasan Industri Jelitik yang ditambang para penambang tersebut merupakan aset milik Pemkab Bangka.

Dia minta agar para penambang tidak mengganggu aset pemerintah daerah dan alur sungai jangan sampai dangkal. Pasalnya kondisi ini bisa menyebabkan banjir di daerah pinggir Daerah Aliran Sungai (DAS) karena sendimentasi.

"Kita lihat air sungai dekat Jembatan Jelitik dulunya perahu nelayan bisa masuk, sekarang dangkal. Jelitik merupakan aset pemerintah daerah. Jadi mohon pengertian masyarakat," tegas Suherman.

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved