Pria Ini Tinggalkan Sepucuk Surat Untuk Sang Putri Sebelum Akhiri Nyawanya

Vika bapak pesen ka jage adek Vadli, jangan berantem ok bapak pamit. Mungkin ini salah bapak. Bapak minta maaf

Pria Ini Tinggalkan Sepucuk Surat Untuk Sang Putri Sebelum Akhiri Nyawanya
Bangkapos/Ira Kurniati
Suasana rumah duka Ratno, di di RT 10, Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka tengah, pada Minggu (7/10/2018) 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebelum mengakhiri nyawanya dengan cara gantung diri, Ratno sempat menuliskan sepucuk surat kepada putri sulungnya.

Surat berisi pesan terakhirnya itu ditujukan kepada sang putri, ditulis Ratno sebelum seutas tali mengikat di lehernya.

Pria berusia 41 tahun yang beralamat di RT 10, Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka tengah, meregang nyawa pada Minggu (7/10/2018) sekira pukul 03.15 WIB. 

Baca: Remaja Ini Saksikan Langsung sang Ayah Meregang Nyawa di Dapur Rumahnya

Remaja putri berusia 16 tahun ini menceritakan, terjadi percekcokan antara kedua orangtuanya sebelum kejadian nahas yang menimpa keluarganya itu.

Namun, jauh sebelum kejadian ini, remaja ini mengaku memang orangtuanya kerap bertengkar, karena sang ayah diduga memiliki wanita idaman lain di Banten. 

"Sebelum dia (bapaknya--red) meninggal, sempat ngasih kertas, handphone dan ATM. Sepertinya surat itu ditulis jam 02.00 WIB, soalnya habis itu mereka (orangtuanya--red) ribut lagi. Bapak juga sempat ngomong, ini ada uang dalam ATM untuk kamu sekolah, biar gak minta sama ibumu lagi," kenangnya, Minggu (7/10/2018). 

Kepada bangkapos.com, sang putri nampak tegar menunjukkan surat terakhir dari ayahnya, yang telah ia abadikan dalam dokumentasi foto.

Baca: Cekcok Dengan Istri, Ratno Nekad Akhiri Hidup Gantung Diri di Dapur

Dalam surat itu tertulis pesan Ratno kepada anaknya yang masih bersekolah di bangku kelas 11 SMA ini. 

"Va (inisial) bapak pesen ka jage adek Vadli, jangan berantem ok bapak pamit. Mungkin ini salah bapak. Bapak minta maaf. Bapak dah capek, jaga diri kalian baik-baik. (Va (inisial) bapak pesan kepadamu jaga adik Vi (inisial). Jangan bertengkar ya bapak pamit. Mungkin ini salah bapak. Bapak minta maaf, bapak sudah capek. Jaga diri kalian baik-baik). 

Dalam surat itu pun, tertulis kata sandi handphone dan PIN ATM yang diberikan kepada sang putri.

Siswi SMA ini kini hanya mengenang dan pasrah dengan keadaan yang terjadi. Ia menyesali kejadian yang menimpa orangtuanya. 

"yang bikin luluh pada saat baca surat terakhir bapak. Misalnya mereka (kedua orangtuanya--red) mau cerai, aku gak apa-apa. Toh menurutku masih bisa dilihat, masih bisa silaturahim. Tapi bapak memilih jalan lain," sesalnya. 

Kematian Ratno meninggalkan dua orang anak, yakni Va dan adiknya bernama yang masih berusia 10 tahun.(*)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved