ISBA Indralaya Kembali Gelar LDO, Bahas Dampak Tambang Inkonvensional

Ketua Umum ISBA Indralaya Adi Maulana mengatakan, LDO digelar untuk membentuk jiwa kepemimpinan yang KREATIF

ISBA Indralaya Kembali Gelar LDO, Bahas Dampak Tambang Inkonvensional
Istimewa
Foto bersama peserta LDO 2018 ISBA Indralaya, 5-7 Oktober 2018 di UPTD Panti Sosial Karya Wanita Ogan Ilir 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM - ISBA Indralaya kembali melaksanakan agenda tahunan mereka, Latihan Dasar Organisasi (LDO), 5-7 Oktober 2018. Kegiatan berlangsung di UPTD Panti Sosial Karya Wanita Ogan Ilir.

Ketua Umum ISBA Indralaya Adi Maulana mengatakan, LDO digelar untuk membentuk jiwa kepemimpinan yang KREATIF (berkarakter, responsif, aktif, kompetitif dan kolaboratif).

“Perlu jiwa kepemimpinan untuk mahasiswa baru agar dalam kehidupan bisa mengatur diri, menjadi seorang pemimpin yang dapat memutuskan pilihan terbaik mengingat mereka nantinya yang akan menggantikan pemimpin-pemimpin di daerah Bangka Belitung.”kata Adi melalui keterangan tertulis, Senin (8/10/2018).

Selain memberikan pelatihan dan pembinaan kepada peserta LDO, ada juga FGD (Forum Gruop Discussion) yang mengangkat isu Bangka seperti dampak tambang inkonvensional (TI). FGD itu membahas aktivitas TI memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian, namun, di sisi lain maraknya aktivitas penambangan ilegal lebih banyak merusak ekosistem di wilayah Bangka.

FGD misalnya menghasilkan rumusan bahwa pihak yang menggurusi tambang sudah baik dengan memberikan larangan dan sanksi kepada oknum-oknum dalam aktivitas TI ilegal. Namun larangan tersebut dirasa belum cukup, sehingga perlu untuk dilakukan pengawasan lebih lanjut.

"Dengan mengangkat isu ini, peserta terlihat antusias untuk memberikan ide-ide dan gagasan yang pada akhirnya menghasilkan solusi terbaik dan peka terhadap isu-isu lainnya guna memajukan Bangka," ujar Adi.

Andre Agasi, satu dari sejumlah peserta LDO tahun ini merasa berkesan. Menurut dia, LDO penting sebagai materi dasar dalam lingkup organisasi untuk nantinya membangun Babel.

"Tetap jaga kesolidan, jangan bersikap apatis atau individualis karena kita satu yaitu orang Bangka demi kemajuan Bangka Belitung. Saya yakin untuk kedepannya, ini kegiatan yang sangat bermanfaat apalagi dalam hal kepemimpinan," kata Andre.

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved