Minggu, 12 April 2026

Pemerintah Bekali Pelatihan PUG dan PUH untuk Forum Puspa Babel

Semuanya akan merasakan sisi manfaatnya,sehingga tidak ada lagi kelompok anak bangsa yang terabaikan dan termarginalkan.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: M Zulkodri
Bangka Pos / Agus Nuryadhyn
Pemprov Babel Bekali Pelatihan PUG dan PUHA untuk Forum Puspa Babel 

Laporan Wartawan Bangkapos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P3ACSKB) Provinsi Babel menggelar Pelatihan pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak bagi Sumber Daya Manusia Forum Puspa Daerah Provinsi Kepulauan Babel.

Dalam kegiatan pelatihan ini dibuka Sekretaris Dinas P3ACSKB Babel Amarullah berlangsung di Ballroom Hotel Santika Bangka, Selasa (9/10).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Partisipasi Dunia Usaha Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak RI Santi Herlina Zainab, fasilitator Faisal dan Aisyah Puspita Putri .

Dikatakan Amarullah, keberhasilan dan capaian pelaksanaan pembangunan idealnya dapat dirasakan oleh seluruh komponen bangsa. "Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa didukung oleh seluruh elemen masyarakat dalam kapsitas dan profesinya masing-masing,"ujarnya

Menurut Amarullah forum publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak (Puspa) Bangka Belitung merupakan wadah organisasi masyarakat yang sudah responsif Gender.

"Kehadiran forum Puspa diharapkan mampu berperan, berfungsi serta memfasilitasi bakat dan potensi anak bangsa yang berlatar belakang beragam segmen kebutuhan," ujar Amarullah.

Apabila suatu keharmonisan dan tujuan ini tercapai, maka menurut Amarullah semuanya akan merasakan sisi manfaatnya. Sehingga tidak ada lagi, kelompok anak bangsa yang terabaikan dan termarginalkan.

Disisilain Kabid Partisipasi Dunia Usaha Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak RI Santi Herlina Zainab mengemukakan pelatihan ini memberikan pembekalan kepada forum Puspa di Daerah.

Adapun sumberdaya manusia yang ada dalam forum Puspa merupakan kebanyakan yang sudah berpengalaman.

Santi menambahkan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, makanya melakukan kerjasama dengan forum Puspa.

Diungkap Santi bahwa selama ini banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Keterlibatan masyarakat perlu ditingkatkan, karena masyarakat bisa langsung terjun di lingkungan masing-masing bila ada permasalahan dan kasus bisa cepat ditangani," ungkapnya.

Namun menurut Santi, tidak bisa langsung menangani kasusnya, karena perlu dilakukan koordinasi dengan instansi terkait.

"ini untuk pembekalan dan pelatihan pengarusutamaan gender (PUG) dan Pengarusutamaan hak anak (PUHA) bagi forum Puspa Babel," jelas Sinta.(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved