Leisure Bangka Belitung

Paket Wisata Unik di Desa Terong, 130 Pelajar dari Jakarta Diajak Melukis Caping

Para siswa diajak melakukan aktivitas yang biasanya dilakukan masyarakat setempat seperti melukis caping atau dalam bahasa lokal disebut terindak.

Paket Wisata Unik di Desa Terong, 130 Pelajar dari Jakarta Diajak Melukis Caping
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Pelajar dari SMA Al Azhar Cikarang saat melukis caping atau terindak sebagai bagian paket wisata Desa Terong pada Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

BANGKAPOS.COM  - Sebanyak 130 pelajar dari Jakarta berwisata ke Desa Terong, Kecamatan Sijuk pada Rabu (10/10/2018).

Tak melulu menikmati keindahan alam, para siswa diajak melakukan aktivitas yang biasanya dilakukan masyarakat setempat seperti menanam mangrove atau bakau, ngeremis atau mencari keremis (sejenis kerang), juga melukis caping atau dalam bahasa lokal disebut terindak.

Pengelola wisata Desa Terong Iswandi mengatakan pihaknya memang membuat paket wisata yang mengangkat semua potensi sehingga dijadikan atraksi yang di jual ke wisawatan.

"Kami bukan berjualan sesuatu yang mewah, tapi mengemas paket wisata yang merupakan kegiatan sehari-hari masyarakat sehingga wisatawan juga mengenal kearifan lokal," katanya pada Rabu (10/10/2018).

Pelajar dari SMA Al Azhar Cikarang saat melukis caping atau terindak sebagai bagian paket wisata Desa Terong pada Rabu (10/10/2018).
Pelajar dari SMA Al Azhar Cikarang saat melukis caping atau terindak sebagai bagian paket wisata Desa Terong pada Rabu (10/10/2018). (Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari)

Paket wisata ini pun dikemas dengan kerjasama antara 6 komunitas yang ada, seperti Komunitas Bukit Tebalu Simpor Laki, Komunitas Agrowisata, Komunitas Mangrove dan Komunitas Aik Rusa Berkebun. Juga Komunitas Pengrajin Anyaman dan Komunitas Seni Budaya.

Program yang berjalan selama 2 tahun ini pun mampu mendatangkan sekitar 10 ribu wisatawan.

Banyaknya wisatawan kemudian juga berpengaruh pada pendapatan masyarakat juga mampu membangkitkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga alam.

"Misalnya dengan menanam mangrove. Masyarakat mendapatkan hasil dari menjual bibit mangrove juga mendapatkan uang dari jasa guiding cara menanam mangrove. Pastinya dari situ juga menjaga kelestarian alam," jelasnya.(*)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved