SPSI Sayangkan Lambannya Penandatanganan SK Pembentukan Dewan Pengupahan

Darusman Aswan menyayangkan hingga saat ini SK pembentukan dewan pengupahan belum juga ditandatangani Gubernur Babel.

SPSI Sayangkan Lambannya Penandatanganan SK Pembentukan Dewan Pengupahan
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Provinsi Bangka Belitung, Darusman Aswan. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM - Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Provinsi Bangka Belitung, Darusman Aswan menyayangkan hingga saat ini SK pembentukan dewan pengupahan belum juga ditandatangani Gubernur Babel.

Ia menyebutkan, seharusnya persoalan yang sudah menjadi agenda rutin tiap tahun tidak dibiarkan dan terlambat.

"Semestinya ini sudah tidak boleh terjadi, ini merupakan hal yang normatif yang seharusnya Januari sudah terbentuk, entah kenapa pak Gubernur belum juga menandatangani SK nya," kata Darusman, Senin (15/10/2018).

Dampak dari belum ditandatangani SK dewan pengupahan, hanya Babel yang tidak bisa hadir dalam konsolidasi pengupahan nasional menyikapi upah 2019.

"Kita sama sekali belum ada pembahasan. Waktu konsolidasi pengupahan nasional hanya Babel yang enggak bisa hadir karena dewan pengupahannya belum dibentuk. Padahal ini hajar hidup orang banyak," katanya.

Seharusnya pembahasan sudah mulai dilakukan. Sehingga, nanti pada November mendatang sudah diketahui angka untuk UMP 2019.

"Dinas tenaga kerja telah melakukan upaya prosedurnya, tapi sampai saat ini pak Gubernur belum juga menandatanganinya. Seharusnya kita sudah mulai pembahasan dan sudah rapat," katanya.

Untuk menentukan UMP ada beberapa indikator yakni inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

"Bagaimana mau tau angkanya, kalau sekarang saja belum dibentuk sedangkan tanggak 1 November harus sudah ditetapkan. Kalau mengacu pada PP 78 tidak terlalu lama memang pembahasannya bisa dua atau tiga kali pembahasan," ujarnya.

Prediksi Darusman tahun ini kembali ada peningkatan UMP. Namun, belum dapat memastikan besarannya.

"Sudah pasti ada kenaikan UMP karena inflasi kita naik terus, cuma kita belum tau nilainya. Setelah pembahasan baru ketauan," katanya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved