BPOM Tegaskan Warung Dilarang Jual Obat Keras

Obatnya enggak masalah, tapi obat keras tidak boleh dijual di warung karena warung atau toko enggak punya izin edar. Ini hanya boleh dijual di apotek

BPOM Tegaskan Warung Dilarang Jual Obat Keras
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Beberapa Obat keras yang diamanankan BPOM yang dijual di warung di salah satu warung di Belitung, saat konferensi pers di kantor BPOM Pangkalpinang, Selasa (16/10). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala BPOM Pangkalpinang, Hermanto mengingatkan agar toko atau warung tidak menjual obat keras. Pasalnya, obat keras hanya boleh diperjualbelikan melalui sarana seperti apotek atau puskemas.

Hal ini paska pihaknya mengamankan obat keras yang dijual di toko secara bebas usai mereka melakukan operasi gabungan nasional yang dilaksanakan secara serentak pada 11-12 Oktober lalu di Kabupaten Belitung.

"Obatnya enggak masalah, tapi obat keras tidak boleh dijual di warung karena warung atau toko enggak punya izin edar. Ini hanya boleh dijual di apotek atau puskesmas dan harus dengan resep dokter. Ini yang kami temukan di gudang toko," kata Hermanto, saat konferensi pers operasi gabungan, di Kantor BPOM Pangkalpinang, Selasa (16/10/2018).

Pihaknya menemukan Obat Keras diedarkan tanpa kewenangan terdiri dari Ponstan Tablet. Super Tertra Antalgin tablet 500 mg, Amoxicillin Kaplet 500 mg dan Omestan 500 Kaplet.

Disinggung, apotek yang belum menjangkau hingga ke desa-desa, sehingga membuat masyarakat memilih untuk ke toko atau warung.

"Khususnya obat keras enggak boleh di Apotek, kalau obat lain boleh. Kalau enggak ada apotek kan ada puskesmas yang bisa dijangkau masyarakat. Saya rasa kalau warung masih menjual itu hanya alasan," katanya.

"Obat keras itu cirinya ada huruf K warna merah yang menyentuh garis merah," tambahnya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved