Program Satu Juta Junjung Hidup di Kritisi DPRD Bateng, Ini Penyebabnya

Kita boleh mimpi tinggi, tetapi dalam segi perekonomian kita saat ini masih banyak keterbatas anggaran

Program Satu Juta Junjung Hidup di Kritisi DPRD Bateng, Ini Penyebabnya
Bangkapos/Riki Pratama
Anggota DPRD Bangka Tengah Edi Purwanto 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kebijakan Pemkab Bateng melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Tengah Bangka yang berencana akan merealisasikan pembagian satu juta junjung hidup dari pohon kapuk kepada para petani lada di Bangka Tengah pada anggaran tahun 2019 dikritisi oleh anggota DPRD Bateng.

Anggota DPRD Bateng Edi Purwanto mengatakan pemerintah diharapkan jangan bermimpi terlaku tinggi apabila melihat kondisi perekonomian dan anggaran APBD daerah yang saat ini sedang defisit untuk merealisasikan kegiatan itu.

"Kita boleh mimpi tinggi, tetapi dalam segi perekonomian kita saat ini masih banyak keterbatas anggaran, karena kondisi kita sedang defisit, jadi lakukanlah mana yang sekala priotitas dan yang tidak,"jelas Edi kepada wartawan, Selasa (16/10/2018)

Ia menambahkan bahwa, saat ini yang sangat diperlukan warga yaitu harga komuditi yang tinggi bukan terkait peningkatan produksi dan cara penanaman dengan junjung hidup

"Yang diperlukan masyarakat saat ini harga komuditi lokal yang sangat turun drastis, sehingga bila ingin melaksanakan program itu perlu pertimbangan dan lihat apakah tepat sasaran ke masyarakat atau hanya sekedar menjadi beban yang menghabiskan anggaran,"lanjutnya

Program pembagian satu juta junjung hidup dari pohon disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Bateng Rusli Khaidar menurutnya program tersebut akan direalisasikan pada tahun depan, pihak Dinas saat ini masih mengatur bagaimana mekanismenya.

"Kurang lebih jumlahnya satu juta Batang, tetapi nanti itu tergantung anggaran kita rencanakan pohon itu adalah pohon kapuk,"jelas Rusli kepada wartawan.

Menurut Rusli program ini dilaksanakan sebagai realisasi dari kunjungannya bersama Bupati Bateng Ibnu Saleh melihat keberhasilan petani lada di Vietnam.

"Ini salah satu hasil studi kita ke sana untuk budidaya lada di Vietnam yang menggunakan junjung hidup, kita melihat produksinya lebih tinggi umurnya tanam lebih lama bisa sampai 25 tahun, junjung hidup akan tinggi mencapai 7 meter, tanaman lada ikut juga tinggi, dan akan berbuah lebih banyak,"jelasnya.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved