Sandiaga Uno Kecil, Pernah Jadi Cover Majalah hingga Mulutnya Dilumuri Cabai

Sandiaga Uno mengaku pernah mendapat perlakuan yang tak terlupakan oleh sang ibunda.

YouTube Good Friend
Sandiaga Uno dan ibunya, Mien Rachman Uno 

BANGKAPOS.COM  -- Sandiaga Uno mengaku pernah mendapat perlakuan yang tak terlupakan oleh sang ibunda.

Hal itu, diakuinya merupakan cara sang ibunda untuk mendidik Sandiaga agar menjadi orang yang baik.

Pengakuan itu diceritakan Sandiaga di acara Good Friend, yang dibawakan oleh Alvin Adam.

//

Sandiaga menceritakan, saat kecil ia pernah dilumuri cabai oleh ibundanya.

Awalnya, dalam dialog di rumah keluarga Sandiaga tersebut, sang ibunda, Mien Rachman Uno, menceritakan cita-cita anak keduanya itu saat kecil.

//

"Sandi dari kecil ingin jadi pilot, tapi nggak bisa karena pakai kacamata," kata ibunda dilansir dari tayangan YouTube Good Alvin, Selasa (16/10/2018).

Tak hanya itu, rupanya Sandiaga juga sering dimintai jadi model karena memiliki paras yang tampan.

Namun, ibundanya tak pernah merestui sang anak untuk terjun ke dunia permodelan.

"Sering diminta jadi model, tapi saya nggak kasih jalan, karena supaya dia sekolahnya lebih fokus," kata Mien.

Namun meski begitu, Sandiaga remaja pernah jadi cover sebuah majalah.

"Iya pernah, tapi nggak tahu dibayar apa enggak," kata ibunda.

Ibunda pun mengungkap kalau Sandiaga kecil memiliki banyak fans wanita, tapi ia hanya punya satu pasangan sampai menikah.

Mien pun mengungkapkan kalau anak keduanya itu sudah pacaran sejak berusia 14 tahun.

"Saya senang sekali bahwa dia dari kecil pacarnya cuma 1, usia 14 tahun sudah pacaran dan sampai menikah dengan pacar yang satu itu, entah di belakang saya, kalau di depan saya hanya Nur Asiah Uno," bebernya.

Kemudian saat ditanya mengenai adakah fans wanita yang mengejar-ngejar Sandiaga, ibundanya hanya mengatakan kalau anaknya itu tak pernah keluar rumah.

"Dia kutu buku, nggak banyak berkeliaran," jelasnya.

Hal itu pun diamini Sandiaga yang mengatakan kalau orangtuanya menerapkan disiplin yang keras.

"Weekend itu biasa ke perpustakaan, karena dari orangtua keras banget, kalau nilai tidak sampai target, dihukumnya tidak manusiawi," katanya.

Ia kemudian menceritakan hal yang dilakukan orangtuanya yang tak akan pernah ia lupakan.

Yakni saat sang ibunda melumuri mulutnya dengan cabai.

"Oh yang nggak akan pernah lupa sih itu, dicabein mulutnya," kata Sandiaga.

Sang ibunda kemudian buru-buru mengklarifikasi mengapa melakukan hal tersebut.

"Iya abis kalau ngomong kotor, dicabein, kalau ngomongin orang dicabein," kata sang bunda.

Alvin kemudian menanyakan omongan apa yang pernah keluar dari mulut Sandiaga sehingga mulutnya diberi cabai.

Sang ibunda hanya tertawa mengingatnya.

"Gak jelas, gosip kali, umur 3 tahun gosip," ujar Sandiaga sambil tertawa.

"Gara-gara itu (dikasih cabai) nggak berani lagi ngomong macam-macam," ujarnya.

Ia bahkan berkelakar bahwa perlakuan sang ibunda itu jika dilakukan saat ini bisa dilaporkan ke Komnas Anak.

Kemudian Sandiaga juga menceritakan hal yang tidak pernah ia beritahu pada ibundanya saat kuliah di Amerika.

"Pernah beasiswa berhenti karena keadaan Indonesia saat itu, saya gak cerita ke mama, akhirnya saya cari kerja sendiri, saya bisa bertahan hidup meski gak ada kiriman dari jakarta," jelasnya.(*)

Ini videonya :

//
 
 
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved