Uang Sewa Tanah BTS Belum Dibayarkan, Warga Mengadu ke Komisi 2

Minggus ini mengaku BTS yang didirikan di tanah orangtuanya ini sudah hampir tujuh bulan dibangun. Memang

Uang Sewa Tanah BTS Belum Dibayarkan, Warga Mengadu ke Komisi 2
Bangkapos/Edwardi
Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kota Pangkalpinang, Nursyamsi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kota Pangkalpinang, Nursyamsi mengaku mendapatkan laporan pengaduan dari Minggus alias Achen, warga jalan Tanjung Bunga atau jalan SMPN 10 Pangkalpinang yang belum mendapatkan bayaran penuh uang sewa tanahnya untuk pendirian BTS (Tower) salah satu operator selluler.

Selain itu ada juga dua warga Pangkalpinang lainnya di lokasi berbeda juga mendapatkan perlakuan yang sama.

" Minggus ini mengaku BTS yang didirikan di tanah orangtuanya ini sudah hampir tujuh bulan dibangun. Memang sudah ada uang DP nya Rp 10 juta,  tapi meminta uang DP inipun sangat susah, apalagi sisa uang sewanya," kata Nursyamsi kepada Bangkapos.com, Selasa (16/10/2018) di kantornya.

Ditambahkannya, berdasarkan perjanjian 30 hari setelah tandatangan perjanjian di notaris, sisa uang sewa itu akan dibayarkan tapi ternyata sudah lewat beberapa hari dari perjanjian ternyata belum juga dibayarkan.

"Saya dapat info dari KUPT memang ada tiga tower yang dibangun perusahaan ini di Pangkalpinang, semuanya dibuat susah seperti ini. Saya minta lurah dan camat yang lokasinya akan didirikan tower perusahaan ini agar lebih selektif lagi sehingga tidak merugikan masyarakat," tukasnya.

Ditambahkannya, seharusnya perusahaan yang akan membangun tower ini sudah siap dengan modalnya sehingga masyarakat tidak dirugikan seperti ini.

"Tanah tempat mendirikan tower ini sistem sewa, kalau saya lihat dengan pak Minggus ini sewanya Rp 18 juta pertahun selama 11 tahun," jelasnya.

Diakuinya sudah berusaha membantu memediasi dan mendampingi warga tersebut dengan kuasa lapangan perusahaan yang membangun tower itu.

"Kita diminta sabar dan agar memakluminya karena perusahaan ini perusahaan selluler kecil, begitu alasannya," ungkap Nursyamsi.

Terpisah Sabar, kuasa lapangan perusahaan yang membangun tower mengatakan sisa uang sewa tanah untuk lokasi tower milik Minggus itu bukannya tidak mau dibayar, tapi masih dalam proses untuk dibayarkan.

"Pak Nursyamsi itu jugakan tahu dan ikut mendampingi Minggus saat tandatangan perjanjian kerjasama di notaris itu pembayaran dilakukan setelah 30 hari kerja, jadi bukan 30 hari kalender," jelasnya.

Dilanjutkannya, bila pak Nursyamsi tidak puas dipersilahkan datang lagi ke kantor yang membangun tower ini.

"Seharusnya pak Minggus itu berterima kasih dengan saya karena sebelumnya tidak ada perjanjian kerjasama apapun saat pendirian BTS itu, setelah saya datang kesini barulah saya urus perjanjiannya sehingga nanti bisa dilakukan sisa pembayarannya, sesuai prosedurnya, bukan hanya BTS ini saja yang belum dibayarkan dua BTS lainnya juga sama karena masih dalam proses pembayarannya," imbuhnya.(*)

Penulis: edwardi
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved