Breaking News:

Pengadaan Kasur untuk Porprov Dikritisi Wakil DPRD, Ini Penyebabnya

Kita menyarankan mencari solusi terkait kebijakan menginapkan atlit ke sekolah sekolah, kami lebih

bangkapos.com
Apri Panzupi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Wakil II DPRD Bangka Tengah Apri Panzupi menyarankan Panitia Besar (PB) Porprov V untuk mencari solusi terkait pengadaan kasur sebanyak 2000an untuk tidur atlit.

Menurutnya kebijakan itu akan sia sia dan mubazir bila terus dilakukan.

Dimana menurutnya seharusnya panitia besar bisa memanfaatkan rumah warga menjadi home stay ketimbang menjadikan sekolah sebagai tempat tidur para atlit dengan kasur yang disediakan.

"Kita menyarankan mencari solusi terkait kebijakan menginapkan atlit ke sekolah sekolah, kami lebih menyarankan pada Porprov ini bisa melibatkan masyarakat sekitar venue, agar menjadi home stay nanti Panitia besar yang bayar ke masyarakat, selain itu membuat kondisi atlit lebih siap dan lebih prima,"jelas Apri Panzupi kepada wartawan, Rabu (17/10/2018).

Menurutnya dengan cara tersebut, tentunya akan banyak masyarakat menerima manfaat ketimbang harus membeli kasur dan memakai sekolah yang tentunya mengganggu jam sekolah siswa.

"Kalau pembelian 2000 kasur akan dikemanakan setelah evans ini selesai, apakah di Bateng ada evens lain setelah ini, apa bisa digunakan kasur itu, akhirnya pasti akan mubazir kasur yang telah di beli tersebut, tidak terpakai,"jelasnya

Apri menambahkan dalam hal ini dirinya, memberikan saran dan masukan agar panitia besar lebih mengoptimalkan apa yang lebih bermanfaat kepada masyarakat luas.

"Kita mengkritik dan juga memberikan solusinya, mana yang lebih bermanfaat dengan adanya home stay di rumah rumah warga ya tentunya akan membuat warga lebih dihargai dan menambah perekonomian serta pendapatan warga, ketimbang harus tidur di sekolah yang mengganggu jam sekolah siswa," imbuhnya.

Menurutnya tidur di sekolah merupakan kebiasaan lama yang sering dilakukan panitia Porprov dalam melaksanakan kegiatan tiap tahunnya.

Sehingga seharusnya perlu dilakukan perubahan agar lebih banyak manfaatnya.

"Ini sudah ada sejak zaman zaman dahulu, seharusnya harus bisa berubah, dan perlu ada ide ide segar saat ini,"lanjutnya.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved