Polisi Akan Tindaklanjuti Keluhan Limbah TI yang Cemari Irigasi dan Sawah di Desa Rias

Polisi masih menunggu intruksi dari Polres Bangka Selatan terkait dengan pencemaran ribuan hektar sawah dugaan aktivitas tambang

Polisi Akan Tindaklanjuti Keluhan Limbah TI yang Cemari Irigasi dan Sawah di Desa Rias
Bangka pos / Anthoni
aliran irigasi di desa Rias yang bewarna kecoklatan akibat limbah aktivitas penambangan 

Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kapolsek Toboali AKP Faisal Fatsey S.Ik, mengatakan sampai saat ini pihaknya masih menunggu intruksi dan arahan jajaran Polres Bangka Selatan, untuk menindaklanjuti keluhan terkait limbah TI dari kawasan Bikang, yang diduga mencemari ribuan hektar sawah petani Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Namun Faisal, tak menampik adanya wacana menindaklanjuti keluhan petani desa Rias tersebut. Untuk itu, sedini mungkin Faisal, akan berkordinasi dengan jajaran Polres Bangka Selatan guna menindaklanjuti keluhan petani tersebut.

" Kalau personil siaga kapanpun, cuma sampai saat ini kami masih menunggu intruksi dari pak Kapolres. Untuk wacana tindaklanjut pasti sudah ada ya, namun kami kordinasikan dulu," ujar Faisal, Selasa (16/10/2018) kemarin.

Diberitakan sebelumnya, kepala Desa Rias Abdul Gani, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mengeluhkan pencemaran air limbah aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) pasir timah yang masuk ke irigasi petani.

Keluhan ini disampaikan Abdul Gani dihadapan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan Bupati Bangka Selatan H Justiar Noer saat menghadiri panen perdana Demplot M 400 tahun 2018 di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Rabu (10/10/2018) kemarin.

Dikatakan Abdul Gani, limbah tersebut berasal dari aktifitas penambangan di Desa Bikang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Menurutnya, limbah tersebut mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuh kembang tanaman padi.

" Keluhan petani cuma satu pak, soal irigasi yang tercemar oleh limbah penambangan di kawasan Bikang. Karena pencemaran ini akan berpengaruh dengan pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi. Kiranya pak gubernur, Bupati bisa memberikan solusi, agar permasalahan ini bisa di tanggulangi," keluh Abdul Gani, Rabu (10/10/2018) lalu.(*)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved