Formasi Dokter Spesialis Kosong, Ini Penyebabnya Menurut Dinkes Bangka
Jadi kita butuh tenaga dokter spesialis. Upayanya dengan minta tenaga salah satu lewat CPNS ini, kerja sama dengan
Penulis: nurhayati | Editor: Iwan Satriawan
Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr Then Suyanti menilai kosongnya formasi dokter spesialis untuk pendaftaran CPNS tahun 2018 di Kabupaten Bangka karena adanya pembukaan pendaftaran CPNS serentak di Indonesia.
"Mungkin karena yang buka formasi serempak seluruh Indonesia, daerah kita kurang diminati dibandingkan daerah lain. Kebanyakan mau ke kota, ke tempat penduduknya banyak," ungkap Then kepada bangkapos.com, Kamis (18/10/2018).
Untuk kebutuhan dokter spesialis di RSUD Depati Bahrin menurutnya sudah cukup berdasarkan rumah sakit tipe C.
Selain itu juga di RSUD Depati Bahrin dibantu oleh WKDS yakni wajib kerja dokter spesialis yang dikirim oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Sedangkan untuk Rumah Sakit Eko Maulana Ali saat ini ada dua dokter spesialis yakni dokter spesialis anak dan penyakit dalam.
Untuk dokter spesialis memenuhi persyaratan rumah sakit tipe D.
Namun diakuinya untuk meningkatkan pelayanan terutama daerah Kecamatan Belinyu dan Riausilip perlu didukung dokter spesialis lain seperti dokter kebidanan, dokter bedah, dokter anestesi, karena tahun depan gedung operasi sudah jadi.
"Jadi kita butuh tenaga dokter spesialis.
Upayanya dengan minta tenaga salah satu lewat CPNS ini, kerja sama dengan kemenkes untuk WKDS. Selain itu kita bisa juga mencari yang mau di kontrakan. Untuk jangka panjang dengan cara menyekolahkan dokter umum menjadi dokter spesialis," kata Then.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/dr-then_20181018_163849.jpg)