Waspada LGBT Merambah Pelajar, Disdik Keluarkan Surat Edaran ke Sekolah

Kita prihatin debgan kondisi Sekarang. Bahaya LGBT sudah merambah ke pelajar. Kita ingin mencegah

Waspada LGBT Merambah Pelajar, Disdik Keluarkan Surat Edaran ke Sekolah
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Dinas Pendidikan Babel, M. Soleh. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung edaran ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Kepala Sekolah SMA/SMK se-Babel tentang antisipasi maraknya kejahatan sosial di lingkungan sekolah.

Surat dengan 421.6/2973/DISDIK/2018 tertanggal 17 Oktober 2018 yang isinya untuk meningkatkan pendidikan karakter untuk mengantisipasi kejahatan maraknya kejahatan di lingkungan sekolah seperti narkoba, Lesbian Gay Bisexsual dan Transgender (LGBT) dan lainnya.

"Kita prihatin debgan kondisi Sekarang. Bahaya LGBT sudah merambah ke pelajar. Kita ingin mencegah secara preventif agar LGBT ini tidak menyebar, anak-anak yang masuk ke grup LGBT agar bisa dipulihka," kata Kepala Dinas Pendidikan Babel, M. Soleh, Kamis (18/10/2018).

Soleh mengatakan untuk menyelesaikan persoalan LGBT ini perlu kerjasama semua pihak.

Hal ini untuk memudahkan agar para pelajar tidak terjerumus pada pergaulan yang melanggar norma agama dan norma sosial dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.

"Ini penyakit masyarakat, karena kalau sudah masuk akan sulit keluar, ini yang harus kita antisipasi," ujarnya.

Ia berharap, adanya aktivitas LGBT di Babel ini tidak menimbulkan azab Allah, karena sudah jelas dilarang agama.

"Mereka ini bisa dipulihkan, dengan pendekatan agama, mental, makanya kita libatkan seluruh pemuka agama, bukan hanya Islam tetapi agama lainnya untuk memberikan tausiah agar mensosialisasikan bahwa ini dilarang," katanya.

Dalam surat edaran yang dikeluarkan, sekolah diminta untuk melakukan beberapa kegiatan, diantara mengalakkan gerakan sholat subuh, sholat Dhuha, Zuhur dan Ashar berjamaah maupun kegiatan keagamaan lainnya yang disesuaikan dengan keyakinan siswa.

Sekolah diminta mengintegrasikan bahaya LGBT dalam kurikulum mata pelajaran yang relevan (pendidikan agama, PKN, Biologi, Olahraga dan lainnya).

"Mengalakkan kegiatan program rohani siswa (rohis), meningkatkan kegiatan keagamaan seperti mengundang ulama untuk memberikan tausiah agama," pinta Soleh.

Lebih lanjut, sekolah juga diminta untuk lebih intensif menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, meningkatkan pengawasan yang lebih optimal terhadap semua kegiatan siswa di sekolah.

"Meningkatkan kerjasama dengan orangtua, aparat keamanan dan masyarakat dalam mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu serta efektif untuk menangkal perkembangan kejahatan sosial di lingkungan sekolah," ujarnya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved