120 Rumah Warga Desa Kemuja Rusak Dihantam Angin Puting Beliung

Saat itu cuaca mendung disertai suara gemuruh, angin kencang berputar-putar membentuk pusaran

120 Rumah Warga Desa Kemuja Rusak Dihantam Angin Puting Beliung
ist/kades kemuja
Warga Desa Kemuja bergotong royong membersihkan pohon yang tumbang, Kamis (18/10/2018) saat dihantam angin puting beliung. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Angin puting beliung menghantam Desa Kemuja Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka, Kamis (18/10/2018) sebelum jam 16.00 WIB sore kemarin.

Saat itu cuaca mendung disertai suara gemuruh, angin kencang berputar-putar membentuk pusaran disekitar perumahan warga sehingga membuat warga Desa Kemuja terkejut.

Pusaran angin puting beliung tersebut menghantam rumah warga dan juga pepohonan sehingga banyak rumah warga yang rusak dan ada beberapa pohon yang tumbang.

Banyak seng maupun genteng rumah warga yang terlempar serta plafon rumah rusak dihantam puting beliung.

Bahkan satu warga terluka akibat tertimpa asbes rumahnya, tetapi tidak ada korban jiwa dalam musibah puting beliung tersebut.

"Kejadian sebelum jam 16.00 WIB sore kemarin. Cuaca mendung ada suara gemuruh kecil sebelum hujan angin datang disusul hujan. Ku ditelpon teman di rumah dari kantor lagi istirahat selesai hujan langsung ke TKP mengecek untuk mendata rumah yang rusak," ungkap Kades Kemuja M Kosim kepada bangkapos.com, Jumat (19/10/2018) saat menghadiri bimtek pencegahan tindak pidana korupsi bagi Apdesi di Hotel Novilla Sungailiat.

Dari pendataan yang dilakukan aparat desa ada sekitar 120 rumah warga yang rusak sedangkan yang rusak berat ada sekitar tiga atau empat rumah karena tertimpa pohon. 

"Rencananya dari Pemkab Bangka datang hari ini lihat TKP. Kami meminta bantuan dari pemerintah daerah, juga dari BPPD provinsi sore kemarin datang ngecek langsung dan hari ini rencananya mereka akan datang lagi," jelas Kosim.

Pihak pemerintah desa berharap Pemkab Bangka dan Pemprov Babel pro aktif memberikan bantuan terutama untuk perbaikan rumah warga yang rusak karena mayoritas dari kalangan keluarga tidak mampu.

"Sebelumnya tidak pernah terjadi (puting beliung-red) baru inilah. Kalau tambang dak ade. Dak tahulah penyebabnya. Angin kencang datang berputar sampai di jalan Kemuja dengan Petaling ada mobil hampir satu kilometer tidak bisa jalan ada pohon tumbang itu. Kami pinjam mesin dari pabrik karet didorong ke pinggir baru mobil bisa jalan," kata Kosim.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved