Vaksi MR 81 Persen Terealisasi, Begini Strategi Dinas Kesehatan Belitung Kejar Target

Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Sabtu (20/10/2018) masih berusaha memenuhi target Pemerintah Pusat terkait realisasi vaksi Measles Rubella (MR)

Vaksi MR 81 Persen Terealisasi, Begini Strategi Dinas Kesehatan Belitung Kejar Target
SHUTTERSTOCK
Vaksin 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Sabtu (20/10/2018) masih berusaha memenuhi target Pemerintah Pusat terkait realisasi vaksi Measles Rubella (MR). Vaksi yang dibuat untuk menghindari virus Rubella atau campak jerman tersebut, semula banyak menuai kontrak dikalangan masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Musrani mengatakan, realisasi terhadap vaksi MR tersebut kini baru sebatas 81 persen. Tertanggal 31 Oktober 2018 mendatang, pemerintah harus menyelesaikan target hingga 95 persen.

"Ini yang sedang kejar-kejaran dengan kami, soalnya batasnya di akhir bulan ini harus mencapai target 95 persen. Ya banyak penolakan dari sekolah - sekolah, yang masih ada sampai sekarang," kata Musrani kepada Posbelitung.co, Sabtu (20/10/2018).

Kata Musrani, penolakan terhadap vaksi MR, khusus untuk di Kabupaten Belitung bukan sebetulnya bukan dari orang tua siswa. Namun yang menolak tersebut, secara langsung dari siswa itu lantaran takut disuntik.

Perihal tersebut diketahui, usai petugas memberikan surat pernyataan kepada siswa itu untuk disampaikan ke orang tua. Namun setelah diketahui, surat pernyataan tersebut tidak diberikan kepada orang tua mereka.

"Nah yang menconteng setuju tidak setuju nya mereka (siswa) sendiri lah, sedangkan orang tua mereka tidak mengetahui. Sewaktu kami tanya ke orang tua mereka, orang tua nya kaget dan bingung karena tidaak pernah menerima surat pernyataan tersebut," ujarnya.

Pemberian Vaksi MR ini, merupakan program Pemerintah yang sudah dilindungi undang-undang, sehingga tanpa ada surat pernyataan bisa terlaksana. Sebab pemberian vaksi ini salah satu langka untuk mencegah penyebaran virus rubella.

"Terkecuali pribadi, nah itu beda lagi ceritanya. Kami disini mencegah, jangan sampai ada korban, soalnya di Bangka sudah ada yang menjadi korban dan di kita (Belitung) tahun 2016 ada juga, dan itu diketahui setelah dilakukan pengecekan di laboratorium, tapi masih dilindungi oleh campak," ucapnya.

Agar realisasi terhadap vaksi MR cepat mencapai target, mereka sudah meminta bantuan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait pemahaman dari segi keagamaan tentang vaksi MR. Namun upaya tersebut tetap dilakukan kembali, dengan melibatkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung.

"Kami minta kerjasama dari mereka untuk menjelaskan haram halal itu. Tapi kami disini hanya melakukan pelayanan saja, sesuai dengan bidang. Yang menolak nanti tetap ada surat pernyataan, tapi kalau ada apa-apa dikemudian hari bukan tanggung jawab kami," pungkasnya. 

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved