Kepala DKP Babel Sebut Persoalan Data Jadi Hambatan Penyusunan RZWP3K

Dasminto menyebutkan beberapa persoalan yang dihadapi dalam menyusun draft rancangan peraturan daerah

Kepala DKP Babel Sebut Persoalan Data Jadi Hambatan Penyusunan RZWP3K
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Babel, Dasminto. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Babel, Dasminto menyebutkan beberapa persoalan yang dihadapi dalam menyusun draft rancangan peraturan daerah (Raperda) Rencanan Zonasi dan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) adalah data.

"Yang jadi masalah adalah data, ketika mau memasukkan dalam bentuk peta alokasi ruang itu harus ada datanya harus ada koordinatnya. Kalau ada datanya, tapi enggak ada koordinatnya kami agak susah dalam peta alokasi ruang," katanya, Senin (22/10/2018).

Menurutnya, ada beberapa daerah yang titik koordinatnya tidak muncul.

"Ada beberapa yang menjadi kendala buat kami, ada beberapa data yang ada nama daerahnya kecamatan tapi tidak muncul koordinatnya. Ini yang sedikit menghambat kami, tapi Alhamdulillah tim pokja bisa menyelesaikan," katanya.

Disinggung soal kapan akan dilakukan Konsultasi Publik, dan apakah bisa dilakukan setelah penyerahan draft Raperda. Menurutnya, hal ini akan dilakukan secara paralel.

"Konsultasi publik tergantung dua hari ini, jadi kalau dewan senin, ini kita dikawal KKP, kalau mereka mengatakan layak konsultasi publik, In Sha Allah Minggu depan bisa kita lakukan konsultasi publik. Namun kalau menurut beliau belum layak ini harus kerja keras," tambahnya.

Menurutnya, konsultasi publik dan penyerahan ke dewan ini bisa berjalan paralel. Saat ini KKP memiliki dua skenario karena ini juga target nasional bukan hanya Provinsi, pasalnya Babel salah satunya dari 34 Provinsi yang belum selesai.

"Kalau dulu hanya satu skenario, Raperda diserahakn setelah konsultasi publik saran dan tanggapan. Tapi sekarang sampai Konsultasi teknis yang kami lakukan kemarin sudah final boleh paralel dimasukkan raperda jadi nanti di dewan bahas asalkan belum ketok palu," tambahnya.

Ia tak menampik kemungkinan akan adanya gejolak dalam konsultasi publik. Dalam sebuah kesepakatan selalu saja ada pro dan kontra.

"Saya berdoa kita bisa bersepakat untuk membangun Babel, sehingga kalau kita tidak bersepakat terus kapan selesainya. Sementara, tantangan ke depan termasuk investasi harus mengalir ke Babel, jangan terkendala lagi. Mohon kepada pihak terkait, untuk sepakat 100 persen memang agak susah, tapi paling tidak kita memilih yang terbaik," sebutnya

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved