OPINI - Orang Indonesia di Thailand Sejak Era Siam

Topik kajian ini menarik perhatian penulis yang telah tinggal di Thailand selama hampir 7 tahun.

OPINI - Orang Indonesia di Thailand Sejak Era Siam
Istimewa
Zamal Nasution 

Jumlah ini di luar ratusan keturunan Indonesia yang diyakini sudah menjadi warga negara Thailand. Selain itu, data terakhir terdapat 24 orang Indonesia yang ditahan di penjara dengan kasus terbanyak narkotika selebihnya kriminal lain termasuk penipuan (KBRI, 2018).

Terkait perbatasan dengan Malaysia di Thailand selatan, banyaknya jalan tikus memungkinkan adanya ratusan orang Indonesia eks tenaga kerja di Malaysia yang lari dan menetap di propinsi Yala dan Narathiwat menghindari kejaran aparat.

Mereka mayoritas tidak berdokumen karena paspor ditahan majikan di Malaysia ataupun memang tidak lagi berpaspor. Dikarenakan telah fasih berbahasa Melayu karena lamanya tinggal dan beradaptasi di Malaysia, mereka lebih mudah diterima masyarakat Melayu di Thailand selatan ditambah lagi faktor sesama Muslim menjadi lebih dekat. Kedekatan tersebut menjadi bertambah erat dengan pernikahan dengan penduduk setempat, fakta ini bisa ditemui bila berkunjung ke komunitas istilahnya kawin campur Indonesia-Thailand yang lokasinya di kampung yang identik dengan ladang karet.

Anak-anak yang terlahir dari keluarga ini mayoritas telah menjadi warga negara Thailand meskipun ada orang tuanya yang Indonesia tak berdokumen.

Terkait data valid berapa jumlah sesungguhnya masyarakat Indonesia di Thailand harus dimintakan datanya ke Departemen Imigrasi Thailand yang tentu memerlukan birokrasi tersendiri. Kesulitan ini juga tersirat dari ketiadaan data lengkap di sistem administrasi KBRI di Thailand.

Setiap pemegang paspor Indonesia yang masuk ke Thailand diminta mengisi formulir di situs "Indonesianembassybangkok.org" yang terhubung dengan "peduliwni.kemlu.go.id" sebagai himbauan untuk perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di Thailand.

Pengisian yang sifatnya mandiri tanpa disertai penelusuran lebih lanjut tentang keberadaan di periode tertentu maupun informasi kepulangan menyebabkan kemungkinan data ganda seperti misalnya yang bersangkutan masih terdaftar berada di Thailand meskipun ternyata sudah pindah negara, kewarganegaraan, maupun sudah kembali ke Indonesia.

Kesumiran ini ditambah lagi dengan ketiadaan jumlah penduduk berdasarkan tipe visa yang dipakai berdasarkan peraturan imigrasi Thailand yaitu transit, turis, non-imigran, diplomatik, kedinasan, dan khusus lainnya (MFA, 2018). Bersambung ke seri 2..

*Kandidat doktor Mahidol University Thailand

Penulis: Alza Munzi
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved