Bahar Buasan, Anggota DPD RI yang Paling Hobi Donor Darah

Ketika lama tidak mendonorkan darahnya, Bahar merasa seolah-olah ada yang mengingatkan.

Bahar Buasan, Anggota DPD RI yang Paling Hobi Donor Darah
Bahar Buasan 

BANGKAPOS.COM -- Bagi Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Bahar Buasan, menjadi pendonor darah membuatnya bahagia karena bisa membantu sesama tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Bahar Buasan yang terlahir dari keluarga sederhana menyebutkan, donor darah dijadikannya sebagai bentuk rasa sosialnya kepada yang membutuhkan.

"Saya donor darah sudah 88 kali sejak tahun 1986 hingga saat ini. Dulu waktu saya belum punya uang saya berpikir bagaimana bisa sosial. Jangan yang sosial itu dimonopoli orang berduit tetapi orang biasa saat itu saya merasa orang miskin bisa memberi pada orang kaya," ungkap Bahar Buasan.

Bahar menambahkan, sebagai orang dari kalangan tidak mampu, apa yang bisa ia berikan. Pertama senyuman, kedua tenaga kerja dan yang ketiga adalah berikan donor darah.

"Orang butuh darah kan tidak pilih kasih kaya atau miskin. Justru saya berpikir orang miskin bisa memberi orang kaya," kata Bahar.

Ia mengatakan dengan banyak memberi maka orang banyak menerima. Konsep ini, lanjut Bahar, sangat cocok dengan ilmu manajemen.

"Ini menjadi motivasi. Dengan orang banyak memberi biasanya hidup kita akan lebih baik juga. Dari sudut pandang manajemen dengan kita banyak memberi dengan tulus ikhlas berarti di sana juga kita membangun networking. Apalagi yang kita beri kepada orangnya langsung," jelas Bahar.

Lebih lanjut Bahar mengatakan, dengan memberi sesuatu kepada orang secara langsung seperti donor darah maka orang yang menerimanya jika bertemu selalu ingat terhadap orang yang memberinya tersebut.

"Dari segi manajemen ini dibenarkan. Network ini sangat penting untuk membuat kita lebih sukses," pesan Bahar Buasan.

Bahar sempat mengenang masa ia mendonorkan darah untuk pertama kalinya. Ketika itu berat badannya hanya 46 kg, sekarang berat badan Bahar 75 kg dan selalu merasa sehat serta energik dalam melakukan berbagai aktivitas, apalagi selaku anggota DPD RI.

Bahkan ketika lama tidak mendonorkan darahnya, Bahar merasa seolah-olah ada yang mengingatkan seperti mendapat sugesti. Biasanya ia melakukan donor darah tiga bulan sekali atau setahun lima kali.

"Leher saya terasa agak tebal seolah-olah ada to remind-lah, mengingatkan kita untuk donor," ungkap penulis buku Sikap Nasionalistik Masa Kini tersebut.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved