Sat Binmas Polres Bangka Barat Gelar FGD Bangkitkan Jiwa Nasionalisme dan Ancaman Radikalisme

tujuan dari kegiatan ini untuk membangkitkan jiwa nasionalisme dari ancaman paham radikalisme di kalangan remaja, siswa serta

Sat Binmas Polres Bangka Barat Gelar FGD Bangkitkan Jiwa Nasionalisme dan Ancaman Radikalisme
ist
Sat Binmas Polres Bangka Barat berikan pemahaman kepada siswa siswi serta masyarakat tentang paham Nasionalisme dan ancaman Radikalisme serta anti Pancasila, Sabtu (27/10). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sat Binmas Polres Bangka Barat berikan pemahaman kepada siswa siswi serta masyarakat tentang paham Nasionalisme dan ancaman Radikalisme serta anti Pancasila, Sabtu (27/10).

Kasat Binmas Iptu Joko Murtono seizin Kapolres Bangka Barat mengatakan, gerakan anti pancasila dan radikalisme dilingkungan sekolah kini mulai merebak.

Sehingga perlu dilakukan sosialisasi tentang pentingnya hal ini, harapannya agar mereka tidak terpapar dan bisa menolak paham radikalisme.

" Sangking luasnya sudah masuk ke area sekolah paham ini dan bisa berkembang menjadi bibit radikalisme. Siswa siswi di harapkan tidak terpapar dan menolak paham radikalisme, karena sasaran adalah anak usia sekolah 8 sampai 18 tahun," jelas Iptu Joko.

Dia melanjutkan, tujuan dari kegiatan ini untuk membangkitkan jiwa nasionalisme dari ancaman paham radikalisme di kalangan remaja, siswa serta masyarakat.

Seorang siswapun SMA diketahui bernama Malika bertanya tentang bagaimana upaya pemerintah Republik Indonesia dalam mencegah paham radikalisme?

" Bagaimana upaya pemerintah RI dalam mencegah paham radikalisme khususnya dilingkungan sekolah," tanya Malika

Pertanyaan inipun langsung dijawab Kasat Binmas, yakni pemerintah dalam penanggulan radikalisme di sekolah dengan cara melakukan sosialisasi, memberikan pemahaman ilmu agama dan melakukan sinergi antara Kemenag, pihak sekolah dan Polri.

" Sekolah dapat menerapkan strategi untuk mencegah paham radikalisme di sekolah serta memberdayakan peran strategis guru dan pihak sekolah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 artinya siapapun gurunya, apapun mata pelajaran dan jenjang sekolah tempat mengajar," ujar Iptu Joko Murtono.

Hadir dalam kegiatan yang dilakukan di Hoyel Pasadena Muntok ini yakni Ketua MUI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Zayadi, Ketua Forum koordinasi pencegahan terorisme Babel Riswardi, Ketua MUI Babar KH. M Toha, Binmas Polres Babar Iptu Joko Murtono, pengurus MUI Babar, serta siswa siswi SMA/sederajat se-Kecamatan Muntok.(*)

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved