Bantuan Untuk Korban Sulawesi Tengah Tembus Rp 300 Juta

Mikron Antariksa mengatakan donasi yang terkumpul untuk korban bencana di Sulawesi Tengah berkisar Rp 300 juta.

Bantuan Untuk Korban Sulawesi Tengah Tembus Rp 300 Juta
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala BPBD Babel, Mikron Antariksa. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa mengatakan donasi yang terkumpul untuk korban bencana di Sulawesi Tengah berkisar Rp 300 juta.

"Yang terkumpul donasi diperkirakan sudah diats Rp 300 kita untuk ke Sulawesi Tengah," kata Mikron, di kawasan Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Senin (29/10/2018).

Ia mengatakan, rencananya hari ini pihaknya akan mengumpulkan donatur untuk menyepakati bantuan yang akan disalurkan dari donasi yang sudah terkumpul. Namun, adanya musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rapat ini dibatalkan.

"Rencana hari ini kami memanggil seluruh donatur untuk mendiskusikan kembali, karena pihak pemda Sulteng masih mempersiapkan lahan untuk relokasi, ada proses berkepanjangan, sehingga kami perlu menyepakati aksi sosial yang akan kita sumbangkan Sulteng," ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa alternatif yang bisa digunakan untuk membantu masyarakat Sulteng yakni membangun hunian sementara yang semi permanen. Pasalnya, saat ini masih banyak masyarakat yang tinggal di pengungsian.

"Membangun hunian sementara kepada pengungsi yang sekarang masih tidur di bawah tenda, yang sifatnya semi permanen tapi memadai tempat tinggal mereka. 1 huntara sekitar Rp 5 juta, kita bangun di tempat berkumpul," katanya.

Alternatif kedua, yaitu mengirimkan relawan psiko sosial, seperti rumah dongeng dan membuat seragam baju untuk membangkitkan mentalitas masyarakat setempat.

"Ketiga, membangun sarana ibadah dan infrastruktur lainnya seperti sekolah," katanya.

Pihaknya masih mengirimkan relawan untuk mendistribusikan bantuan yang sudah ada sebanyak sampai 5 container yang tediri dari makanan, minuman, pakaian, dan obat-obatan.

"Posisinya musibah di Sulteng berbeda dengan Lombok, kalau Lombok yang di tempat lama masih bisa didirikan rumah. Kalau sekarang letaknya sudah tidak tau dimana akibat likuivasi," jelasnya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved