Breaking News:

Lion Air Jatuh

Keluarga Besar RSUD Bangka Tengah Kehilangan Dokter Spesialis dalam Musibah Lion Air JT 610

Kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Tanjung Karawang Jawa Barat juga meninggalkan duka pihak RSUD Bangka Tengah.

Bangka Pos/Riki Pratama
Ruang loby RSUD Bangka Tengah 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 dari Jakarta-Pangkalapinang di Perairan Tanjung Karawang Jawa Barat juga meninggalkan duka pihak RSUD Bangka Tengah.

Seorang dokter spesialis penyakit dalam yang bekerja di RSUD Bateng dr Ibnu Fajariyadi Hantoro masuk dalam daftar manifes penumpang pesawat naas tersebut .

Pria asal Depok Jawa Barat ini, menumpang Lion Air yang terbang dari Jakarta menuju Pangkalpinang, pada Senin (29/10/2018).

Ibnu, dokter Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS), telah mengenyam pendidikan spesialis, dan mengabdi selama satu tahun di RSUD Bangka Tengah.

Kabid Pelayanan dan Farmasian RSUD Bangka Tengah Aries Noordiyanto, mengatakan, bahwa dr Ibnu merupakan dokter spesialis penyakit dalam yang baru bertugas selama sembilan bulan di RSUD Bangka Tengah.

"Beliau merupakan dokter wajib Kerja dokter spesialis kebetulan ia bertugasnya di Bateng, baru sembilan bulan beliau bertugas. Beliau pulang Sabtu kemarin kebetulan ia pulang sebutnya ia ingin bertemu keluarga karena kangen dengan anak istri. Selain itu ia juga sedang ikut tes CPNS di Rumah Sakit Darmais," jelas Aries kepada bangkapos.com, Selasa (30/10/208).

Aries menjelaskan, biasanya Ibnu pulang pada hari Sabtu dan kembali bekerja pada Senin pagi, untuk memberikan pelayanan di poli rumah sakit.

"Ia baliknya Senin pagi, biasanya ia langsung melakukan pelayanan, untuk pasien pasiennya," kata Aries.

Aries menambahkan, dokter Ibnu selama ini sangat membantu dan pihak RS sangat kehilangan atas musibah ini.

"Dia kan dokter penggantinya direktur RSUD saat ini. Karena direktur tidak bisa melayani semuanya, jadi dia membantu dokter spesial penyakit dalam. Dengan ada beliau sangat terbantu, dan kita sangat kehilangan dan kekurangan dokter spesialis saat ini," kata Aries.

Penulis: Riki Pratama
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved