Musibah Jatuhnya Pesawat Lion Air, Ini Jumlah dan Ketentuan Ganti Rugi yang Harus Diterima Korban

Mengenai ganti rugi ini diatur dalam pasal 141 ayat 1 No.1 tahun 2009 tentang penerbangan (UU Penerbangan)

Musibah Jatuhnya Pesawat Lion Air, Ini Jumlah dan Ketentuan Ganti Rugi yang Harus Diterima Korban
istimewa
Suasana Bandara Depati Amir Pangkalpinang usai informasi pesawat Lion Air dari Jakarta Tujuan Pangkalpinang Jatuh 

BANGKAPOS.COM--Pesawat Lion Air JT-610 diperkirakan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10) pagi.

Pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang tersebut diberitakan jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta.

Pesawat tersebut jatuh setelah mengudara sekitar 13 menit.

Pesawat mengangkut 178 penumpang dewasa, seorang anak, dua bayi, dan 7 orang kru. Hingga saat ini, pencarian korban masih terus dilakukan.

Berkaitan dengan korban kecelakaan pesawat terbang, ada ganti rugi yang bisa diklaim.

Dilansir dari hukumonline.com, Prof. Mieke Komar Kantaatmadja, ahli hukum udara dan angkasa dari Universitas Padjajaran, berpendapat bahwa setiap kecelakaan pesawat pihak pertama yang harus bertanggung jawab adalah maskapai penerbangan.

Mengenai ganti rugi ini diatur dalam pasal 141 ayat 1 No.1 tahun 2009 tentang penerbangan (UU Penerbangan): "Pengangkut bertanggung jawab atas kerugian penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap, atau luka-luka yang diakibatkan kejadian angkutan udara di dalam pesawat dan/atau naik turun pesawat udara."

Berikut ini adalah ketentuan-ketentuan untuk klaim ganti rugi pada korban kecelakaan pesawat:

1. PENUMPANG MENINGGAL

Penumpang pesawat yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena akibat kecelakaan pesawat udara diberikan ganti kerugian sebesar Rp1,25 miliar setiap penumpang.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved