Kisah Anyuk yang Kehilangan 5 Anggota Keluarga, Mereka Datang ke Bangka untuk Hadiri Pemakaman Nenek

Kisah Anyuk yang Kehilangan 5 Anggota Keluarganya, Mereka Datang ke Bangka untuk Hadiri Pemakaman Nenek

Kisah Anyuk yang Kehilangan 5 Anggota Keluarga, Mereka Datang ke Bangka untuk Hadiri Pemakaman Nenek
Tribunnews/Jeprima
Petugas saat menurunkan 2 kantong jenazah pesawat Lion Air JT 610 di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/10/2018) Hingga Selasa (30/10) evakuasi terhadap 26 kantong jenazah yang berhasil ditemukan oleh tim gabungan Basarnas di perairan Karawang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 42 ante mortem telah diperoleh tim DVI di Crisis Center di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Keluarga-keluarga korban terus berdatang untuk memberikan data ataupun sekadar menanyakan informasi terbaru tentang nasib keluarga mereka.

Djap Min Jung (Anyuk)  misalnya, iakehilangan 5 anggota keluarganya dalam kejadian jatuhnya pesawat Lion Air JT610 pada Senin (29/10/2018) pagi.

Tujuan anggota keluarganya tersebut mengunjungi Pangkalpinang untuk mengikuti prosesi upacara pemakaman Nenek dari Anyuk.

"Kita sedang berduka. Kita tahu informasinya dari media online, kemudian tetangga kasih tau kalau di televisi bahwa pesawatnya jatuh," kata Anyuk. 

Korban satu keluarga dialami warga Kabupaten Bangka Barat yang menumpang pesawat nahas tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Bencana, Bangka Barat, Sidarta Gautama.

"Saat ini kami terus melakukan koordinasi dengan BNPB Provinsi terkait kejadian ini, nanti kalau sudah lengkap informasinya akan segera kami rilis bersama Pemda Bangka Barat," jelasnya.

Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Mayjen Nugroho Budi Wirianto menyebut, sampai dengan Selasa (30/10/2018) sore, timnya telah menemukan puluhan identitas para korban kecelakaan Lion Air JT 610.

Identitas tersebut ditemukan di perairan tempat jatuhnya pesawat itu di Tanjung Karawang, Jawa Barat.

"Sampai dengan saat ini, kita sudah menemukan sekitar 52 kartu identitas dari para korban, baik KTP, KTA, BPJS maupun paspor," kata Nugroho, di kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa.

Halaman
12
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved