Benda Mirip Badan Lion Air Ditemukan, Ini yang Dilakukan Tim SAR Jika Ada Penumpang Terperangkap

Didi juga memastikan akan melakukan evakuasi korban yang diperkirakan masih terperangkap di badan pesawat Lion Air JT610.

Benda Mirip Badan Lion Air Ditemukan, Ini yang Dilakukan Tim SAR Jika Ada Penumpang Terperangkap
Lion Air
Ilustrasi: Boeing 737 Max 9 Lion Air 

Pencarian di radius 1 nautical mile di lokasi penemuan serpihan pesawat.

Sinyal Black Box

Sebelumnya, Tim SAR gabungan juga sudah mendeteksi pancaran sinyal black box Lion Air JT610.

Lokasi sinyal diduga berada 400 meter barat laut lokasi jatuhnya pesawat.

Adalah kapal riset Baruna Jaya I milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang mendeteksi sinyal dari black box Lion Air lewat ping locator dan ROV.

Di titik lokasi itu, tim juga menemukan serpihan bagian dari pesawat di dasar laut.

"Kita menemukan ping locator di black boxaa ping. Kita berdua mendengarkan itu kemudian diselami penyelam kita. Arus di dalam cukup deras, ROV terbawa arus karena di daerah tersebut juga banyak pipa pipa Pertamina," kata Kabasarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi.

Syaugi juga menduga bagian besar bodi Lion Air JT610 berada di titik tersebut.

Namun lanjut dia penyelaman baru akan dilakukan setelah kondisi aman alias arus bawah laut sudah tidak lagi besar.

"Penyelaman malam akan dilakukan apabila arus aman," kata Syaugi.

Pada hari ketiga pencarian, Tim SAR gabungan kata Syaugi juga sudah menemukan bagian anggota tubuh korban dan puing puing serpihan pesawat.

Total ada 53 kantong jenazah yang sudah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati.

"Kita mengumpulkan 53 kantong jenazah sudah diserahkan ke RS Polri itu yang bisa kita dapatkan. Mudah mudahan besok pagi sudah ada yang lebih signifikan lagi supaya cepat selesai," katanya.

Barang Penumpang

Tim gabungan Polres Metro Bekasi, Kodim dan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD)

Kabupaten Bekasi, menemukan puing pesawat dan barang korban Lion Air beregistrasi PK LQP.

Kasi Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bekasi Agus Suparno mengatakan, sejumlah benda itu ditemukan di radius tiga kilometer dari lepas pantai Muara Bungin berbatasan dengan Karawang.

"Barang barang yang ditemukan baju dan sepatu. Barang itu kita temukan kemarin hasil penyisiran selama dua hari," kata Agus Suparno.

Dia menjelaskan, tim gabungan melakukan penyisiran dengan menggunakan perahu milik nelayan dan milik Polisi Air dan Udara (Polairud).

"Kita akan terus melakukan penyisiran di perairan Bekasi. Sekitar personel gabungan kita stay di Posko Muara Bungin dan Muara Gembong," ucapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Adeng Hudaya mengatakan, pihaknya menyiapkan 15 ambulans, 2 dokter dan 10 perawat dari RSUD dan puskesmas di Kabupaten Bekasi.

"Jadi ini instruksi langsung Plt Bupati, kita siaga meskipun pokso itu Tanjung Pakis dan itu kewenangan Basarnas tapi kita tetap hadir jika ada korban atau puing puing yang terdampar perairan Muara Gembong Bekasi," katanya.

Dia menjelaskan, ada 10 personel yang standby 24 jam bersama Polres Metro Bekasi.

"Lokasi memang di Laut Karawang, kita mah standby saja mana kala Tim Basarnas atau pencarian kekurangan alat, kita drop dan bantu," ucapnya.

Alat alat yang disiapkan yakni tiga unit perahu karet, satu unit tenda, dan 25 kantung mayat.

(Tribun Network/dan/yog/wly/zam)


Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved