Begini Ketakutan Penyelam Saat Mencari Black Box Lion Air PK-LQ hingga Hambatan Lumpur di Laut

Pencarian black box ini merupakan hari ke-empat terhitung sejak Senin (29/10/2018).

Begini Ketakutan Penyelam Saat Mencari Black Box Lion Air PK-LQ hingga Hambatan Lumpur di Laut
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Epi Samsul Komara, orangtua salah satu penumpang Lion Air JT610, Muhammad Rafi Andrian (24), Rabu (31/10/2018) di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

BANGKAPOS.COM - Black box pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 berhasil ditemukan oleh dua orang penyelam TNI Angkatan Laut, Kamis (1/11/2018).

Pencarian black box ini merupakan hari keempat terhitung sejak Senin (29/10/2018).

Pesawat Lion Air PK-LQP bertipe B737 8 Max dengan nomor penerbangan JT610 diketahui terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten pada Senin (29/10/2018) pukul 06.10 WIB menuju Bandara Depati Amir di Pangkalpinang.

//

Melalui siaran pers, Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Sindu Rahayu menjelaskan jika pesawat type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT610 milik operator Lion Air yang terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta, Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkalpinang dilaporkan telah hilang kontak pada 29 Oktober 2018 sekitar pukul 06.33 WIB.

Kendati demikian, sekira pukul 09.31 WIB, black box pesawat Lion Air PK-LQP berhasil diangkat keatas Kapal Baruna Jaya 01 oleh dua orang penyelam TNI AL.

//

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono membenarkan hal tersebut.

"Iya betul itu black box," kata Soerjanto saat menyambangi Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Baca: Potret Tri Hanurita Mantan Istri Suami Maia Estianty, Pernah di DPR dan Kini Dinikahi Jenderal TNI

Baca: Kaya Raya dan Terkenal, Ayu Ting Ting Punya Utang Sampai Ditagih Cara Begini Oleh Wendi Cagur

Begini Tampilan Visual Penyelaman saat Upaya Pencarian Korban dan Badan Pesawat di Dasar Laut .
Begini Tampilan Visual Penyelaman saat Upaya Pencarian Korban dan Badan Pesawat di Dasar Laut . (ISTIMEWA/Tangkap layar Kompas TV)

Namun, Soerjanto Tjahjono belum dapat memastikan black box yang ditemukan data penerbangan/Flight Data Recorder (FDR) atau rekaman suara kokpit/Cockpit Voice Recorder (CVR).

"Belum tahu ya," kata Soerjanto.

Dua orang penyelam tersebut adalah Sertu Marinir Hendra Syahputra, dan Kopda Marinir Noor Ali dari Satuan Batalyon Intai Amfibi 1 Marinir TNI AL .

Sertu Marinir Hendra Syahputra (kanan) penyelam dari Satuan Batalyon Intai Amfibi 1 Marinir TNI Angkatan Laut yang berhasil mengangkat black box pesawat Lion Air PK-LQP dari dalam lumpur di dasar laut perairan Karawang, Jawa Barat.
Sertu Marinir Hendra Syahputra (kanan) penyelam dari Satuan Batalyon Intai Amfibi 1 Marinir TNI Angkatan Laut yang berhasil mengangkat black box pesawat Lion Air PK-LQP dari dalam lumpur di dasar laut perairan Karawang, Jawa Barat. (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Sertu Marinir Hendra pun menceritakan detik-detik pengangkatan black box dari kedalaman 25 hingga 32 meter di dasar laut perairan Karawang, Jawa Barat.

Sebelumnya, signal black box sudah terdeteksi ROV milik BPPT yang berada di Kapal Baruna Jaya 01.

Lebih lanjut, kedua penyelam TNI AL itu masuk ke dasar laut.

Mereka berdua menemukan sinyak black box yang semakin kuat di kedalaman 25 sampai 30 meter.

Signal tersebut terpancar dari dalam lumpur di dasar laut.

Kendati demikian, dua orang penyelam itupun mendapatkan hambatan ketika ingin mendekati dan menggali lumpur tersebut.

Sertu Marinir Hendra Syahputra dan Kopda Marinir Noor Ali terhambat arus yang cukup kencang.

"Jadi kami sempat terhambat arus yang cukup kencang, untuk menggali black box tersebut yang berada di dalam lumpur," cerita Hendra di Kapal Baruna Jaya 01.

Black box disimpan ke dalam kotak berair. Black box ditemukan, di lokasi berjarak 400 meter dari lokasi terakhir hilangnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan kedalaman 30 meter, oleh penyelam TNI AL, Sertu Hendra, Kamis (1/11/2018).
Black box disimpan ke dalam kotak berair. Black box ditemukan, di lokasi berjarak 400 meter dari lokasi terakhir hilangnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan kedalaman 30 meter, oleh penyelam TNI AL, Sertu Hendra, Kamis (1/11/2018). (TRIBUNNEWS.COM/IRWAN RISMAWAN)

Tim penyelam Polisi Air Polri, Sanny Limbungan pun menceritakan kondisi di dasar laut.

Menurutnya, kedalaman lumpur di dasar laut yang mengubur black box Lion Air JT610 mencapai 1 meter.

"Lumpur sedalam satu meter," papar Sanny Limbungan.

Jarak pandang saat di dasar laut pun tak terlalu baik.

Para penyelam hanya dapat melihat dengan jarak pandang sekitar dua meter.

Bahkan, jika ada pergerakan di laut, lumpur-lumpur tersebut akan ikut naik.

Black Box Lion Air Ditemukan
Black Box Lion Air Ditemukan (Kompas.Com)

Hal tersebut yang membuat jarak pandang semakin buruk.

"Begitu goyang, lumpurnya naik, sudah tidak kelihatan," ungkap Sanny Limbungan.

KLK Tarsianto Bale (31) satu di antara penyelam TNI AL juga turut membagiakan ceritanya.

Ia mengaku telah melakukan penyelaman sedalam 30 meter.

Menurutnya, kondisi di dasar laut gelap dan dipenuhi puing-puing pesawat yang berserakan.

Dengan membawa kantung semacam karung goni, ia pun memunguti satu persatu puing-puing tersebut dari dasar laut dan dimasukan ke dalam kantung yang ia bawa hingga terisi penuh.

"Kalau sudah penuh kantungnya, baru saya bawa naik ke atas kapal mas," ucap Tarsianto Bale.

Tarsianto Bale pun mengaku dirinya kerap merasakan ketakutan.

"Kalau takut pasti masih ada, namanya dasar laut banyak kemungkinan bahayanya seperti hewan buas, juga hewan berbisa," ujar Tarsianto Bale.

 

 
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved