Lion AIr Jatuh

Lion Air JT 610 Jatuh, Begini Pesan Terakhir Pegawai KKP Pangkalpinang

Dari total 181 penumpang pesawat itu seorang diantaranya merupakan pegawai intansi KKP Pangkalpinang, Syahbudin SKM MPH (42) alias Abud.

Lion Air JT 610 Jatuh, Begini Pesan Terakhir Pegawai KKP Pangkalpinang
bangkapos/ryan
Sejumlah karangan bunga duka cita dari berbagai intansi tampak terpajang di depan teras Kantor Kesehatan Pelabuhan Pangkalpinang. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM  - Musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 terjadi Senin (29/10/2018) pagi di perairan Tanjung Kerawang, Jawa Barat setelah take off pukul 06.33 WIB dari Bandara Soekarno - Hatta, Jakarta.

Kejadian tersebut menimpa keluarga besar institusi kejaksaan, kepolisian, intansi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pangkalpinang, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) termasuk keluarga besar DPRD Provinsi Babel serta keluarga besar asal intansi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pangkalpinang dan warga sipil lainnya.

Peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 belum lama ini pun pihak KKP Pangkalpinang sampai saat ini masih merasakan duka yang mendalam lantaran diketahui dari total 181 penumpang pesawat itu seorang diantaranya merupakan pegawai intansi KKP Pangkalpinang, Syahbudin SKM MPH (42) alias Abud.

"Saya beserta keluarga besar Kantor Kesehatan Pangkalpinang sampai saat ini masih merasakan duka yang mendalam terkait kejadian pesawat Lion Air JT 610 beberapa waktu lalu," kata Kepala KKP Pangkalpinang, Sirjon Sihotang ditemui di kantornya, Jumat (2/11/2018) sore usai berkunjung ke kediaman keluarga Abud di Banten, Jawa Barat.

Sirjon selaku pimpinan di intansi KKP Pangkalpinang malah mengaku dirinya sangat terkejut dan seolah-olah tak percaya setelah mendapat informasi jika seorang staf terbaik di intansinya (KKP Pangkalpinang), Abud diketahuinya merupakan penumpang peawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Kerawang, Jawa Barat.

"Beliau kalau di kantor sering dipanggil pak Abud. Orangnya dikenal ramah dengan para pegawai di sini (KKP Pangkalpinang - red). Tak cuma itu beliau pun merupakan pegawai yang cerdas," kenang Sirjon terkait sosok bawahannya itu (Abud).

Menurutnya lagi, Abud di intansinya (KKP Pangkalpinang) menjabat sebagai Kasubag TU KKP Pangkalpinang, dan bekerja di intansinya sekitar 4 tahun 4 bulan.

Abud sendiri beberapa hari sebelum dikabarkan sebagai penumpang pesawat Lion Air JT 610, ia memang ke luar daerah Bangka lantaran sedang menjalani tugas di Denpasar, Bali, Jumat (26/10/2018). Selanjutnya pada hari berikutnya Abud menyempatkan diri berkunjung ke keluarganya di Banten.

"Nah pada hari Senin tanggal 29 Oktober 2018 itulah Abud menumpangi pesawat Lion Air JT 610. Saya sendiri mengetahuinya setelah mendapat informasi dari keluarganya di Banten," katanya.

Diakui Sirjon, memang sebelumnya ada firasat aneh terhadap sosok atau tingkah laku Abud saat berbincang-bincang dengan para pegawai lainnya, sebelum pihaknya mendapat kabar jika Abud merupakan penumpang Lion Air JT 610 itu.

"Sebelumnya Abud ini sempat ngobrol-ngobrol dengan para pegawai di sini (KKP Pangkalpinang-red) katanya yang saya ingat bahwa ia (Abud - red) tahun 2019 nanti tidak akan melihat para pegawai lainnya," terang Sirjon dengan pandangan mata terlihat berkaca-kaca. 

Penulis: ryan augusta
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved