Lion Air Jatuh

272 Serpihan Tubuh Korban Jatuhnya Lion Air Ditemukan, 4 Penumpang Berhasil Diidentifikasi

Hingga hari kelima pascajatuhnya Lion Air PK-LQP, tim DVI Polri sudah memeriksa dari postmortem sebanyak 272 bagian tubuh korban.

272 Serpihan Tubuh Korban Jatuhnya Lion Air Ditemukan, 4 Penumpang Berhasil Diidentifikasi
TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
Kapal KN P. 384 milik Kesatauan Pengamanan Laut dan Pulau membawa 2 kantung potongan jenasah korban kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang tiba di Pelabuhan JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (29/10/2018). 

Sementara jenazah kedua dikenali dari tato yang ada pada bagian tubuh wanita asal Jakarta tersebut. Sedangkan untuk jenazah Hizkia Jorry Sraoinsong diketahui dari sidik jarinya.

Dengan demikian setidaknya sudah empat jenazah yang berhasil diidentifikasi oleh pihak DVI.

Sebelumnya, satu korban Lion Air yang sudah teridentifikasi identitasnya yaitu Cyntia Dewi, perempuan kelahiran Sidoarjo, 12 September 1994.

Badan Pesawat Hancur Berkeping-keping

Tim SAR dari TNI-AL berhasil menemukan badan, mesin dan roda pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Namun, bentuk badan pesawat Boeing 737 Max 8 itu sudah hancur, tinggal berupa keping-keping dan puing-puing.

Badan pesawat yang ditemukan tim penyelam berbentuk serpihan, keping-kepingan benda. Sementara, sayap atau ekor pesawat belum ditemukan hingga saat ini.

"Badan pesawat itu sudah ditemukan tapi masih puing-puing. Badan pesawat itu tersebar di titik-titik yang berbeda dalam bentuk puing. Badan pesawatnya itu ya reruntuhan, sama seperti kalau diambil evakuasi, diturunkan, kan hampir berantakan gitu. (Sayap dan ekor) belum ditemukan," kata Panglima Koarmada I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono di Pos SAR Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/11/2018).

Baca: Cari Pesawat Lion Air Jatuh, Tim Kopaska TNI AL Temukan Benda Ini di Dasar Laut

Bagian mesin pesawat berukuran panjang 3 meter ditemukan tim penyelam Komando Pasukan Katak (Kopaska). Posisi mesin pesawat masih di bawah di dasar laut. "Tapi sudah diberi tanda oleh tim kita ya karena ini memang berat harus membutuhkan crane," kata Yudo.

"Itu mesin pesawat yang biasa kita lihat di bawah sayap. Kondisinya sudah tidak utuh. Keadannya juga sudah tidak terbungkus mungkin karena terkena arus laut," ujar Yudo.

Hingga kemarin, mesin pesawat masih berada di dasar perairan. Proses pengangkatannya masih menunggu bantuan crane dari Badan SAR Nasional.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved