Lion Air Jatuh

DVI Polri Berhasil Identifikasi 4 Jenazah Korban Lion Air Jatuh, Ini Nama-nama dan Daerah Asalnya

DVI Polri hingga Jumat (2/11/2018) sudah berhasil mengidentifikasi empat jenazah korban musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

DVI Polri Berhasil Identifikasi 4 Jenazah Korban Lion Air Jatuh, Ini Nama-nama dan Daerah Asalnya
Dokumentasi Lion Air
Ilustrasi Pesawat Lion Air 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA – Tim Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia (DVI Polri) hingga Jumat (2/11/2018) sudah berhasil mengidentifikasi empat jenazah korban musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 register PK-LQP.

Kemarin, ada tiga jenazah yang berhasil diidentifikasi atas nama Chandra Kirana (laki-laki), Monni (wanita) dan Hizkia Jorry Saroinsong (laki-laki).

Konfirmasi tersebut diumumkan DVI Polri tadi malam pukul 19.05 WIB setelah adanya kecocokan hasil tes forensik dan ante-mortem dengan data DNA yang sebelumnya sudah diberikan pihak keluarga kepada tim DVI Polri.

Sebelumnya, Tim DVI Polri pada Rabu (31/10/2018) mengumumkan satu jenazah atas nama Jannatun Shintya Dewi (wanita) berhasil diidentifikasi.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menyatakan Lion Air malam tadi secara resmi menyerahkan jenazah almarhum Chandra Kirana, almarhumah Monni dan almarhum Hizkia Jorry Saroinsong kepada pihak keluarga melalui upacara yang berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara R. Said Sukanto (RS Polri).

Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Director of Corporate Safety Lion Air Group, Capt. Eduard Kallisto MP dan Director of Airport Service Lion Air Group, Capt. Wisnu Wijayanto.

"Jenazah almarhum Chandra Kirana akan diberangkatkan menuju Palembang, Sumatera Selatan pada Sabtu (3/ 11/2018) pukul 06.30 WIB. Sedangkan jenazah almarhumah Monni dibawa ke Sawah Besar, Jakarta Pusat dan jenazah almarhum Hizkia Jorry Saroinsong ke Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Atas nama Lion Air, mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga dan handai taulan," jelas Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis yang diterima bangkapos.com, Jumat (2/11/2018) malam

Dalam hal ini, kata Danang, Lion Air akan mendukung hal yang dibutuhkan oleh keluarga, termasuk memberikan uang tunggu kepada keluarga Rp 5.000.000, uang kedukaan Rp 25.000.000 serta uang santunan meninggal dunia sesuai PM 77 Tahun 2011 yaitu Rp. 1.250.000.000 ditambah penggantian bagasi menurut peraturan tersebut Rp 4.000.000, namun untuk penggantian bagasi Lion Air akan memberikan Rp 50.000.000.

Tim DVI Polri masih melaksanakan proses identifikasi mendalam yang melingkupi forensik dan tes DNA.

"Lion Air tetap melakukan pendampingan kepada keluarga (family assistant) pada setiap posko JT-610," kata Danang.

Perwakilan dari manajemen Lion Air juga berada di posko Cawang, posko RS POLRI, Jakarta Timur dan Tanjung Priok, Jakarta Utara guna memberikan dukungan moril kepada keluarga penumpang, kru serta tim evakuasi.

Danang mengatakan upaya pencarian seluruh penumpang, kru dan pesawat JT-610 yang mengalami kecelakaan pada (29/10) di perairan Karawang, Jawa Barat terus dilakukan.

Lion Air telah membuka crisis center dan untuk infomasi penumpang dapat menghubungi di nomor telepon (021)-80820002.

Lion Air akan menyampaikan informasi terbaru sesuai perkembangan lebih lanjut dan kami senantiasa berharap yang terbaik bagi seluruh penumpang maupun kru pesawat. (*)

Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved