Breaking News:

Kadinkes Babel Ajak IAI Eliminasi Tuberkulosis dan Tingkatkan Pemahaman Vaksinasi Masyarakat

Penanganan cakupan kasus Tuberkulosis di Babel hingga triwulan tiga ini baru mencapai 28 persen, dari target 75 persen.

Editor: fitriadi
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Dinas Kesehatan Babel, Mulyono Susanto. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto mengungkapkan penanganan cakupan kasus Tuberkulosis (TB) di Babel hingga triwulan tiga ini baru mencapai 28 persen, dari target 75 persen.

"Ini cukup berat dicapai. Angka sensitivitas obat Tb masih dibawah 90 persen. Pemprov Babel akan mencoba menginisiasi Tb ini akan dibuatkan peraturan daerah. Sekarang baru Bangka Selatan yang punya perda tentang TB. Secara inisiatif kita juga akan membuat Perda tentang TB," kata Mulyono dalam Seminar Kefarmasian Optimalisasi Peran Apoteker dalam Mendukung Program Nasional Vaksinasi dan Eliminasi TB, di Soll Marina Hotel, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Minggu (4/11/2018).

Mulyono mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, seminar yang digagas Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini membantu pemerintah dalam melakukan eliminasi Tuberkulosis yang ditargetkan pada 2030 mendatang.

"Saya bersyukur tiga permasalahan utama yakni imunisasi, TB, dan Stunting ini dibahas di forum ini. Kami sangat terbantu dengan topik ini, kita ketahui masalah TB yang ini menjadi luar biasa yang penangannya harus dilakukan secara bersama-sama," kata Mulyono dalam sambutannya.

Ia menyebutkan, pihaknya juta telah memiliki alat untuk mendiagnosa Tb ini, sehingga bisa diselesaikan. Namun, angka panduan minum obat di Babel masih rendah yakni dibawah 90 persen. Padahal, untuk Tb paling tidak untuk minum obat dibutuhkan waktu 9 bulan.

"Kita berharap tenaga kefarmasian juga bisa membantu menjadi pendamping minum obat. Ini kan juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Kita berharap bersma IAI mensosialisasikan ini tidak hanya Tb tapi juga tentang pentingnya imunisasi sesuai dengan bidang masing-masing," harapnya.

Ia juga berharap, kedepan tenaga kefarmasian ini bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah dan organisasi profesi lainnya untuk mengeliminasi tuberkulosis, dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang vaksinasi dan stunting.

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved