Sumber Air Baku Pedindang Menyusut, Layanan PDAM di Pangkalpinang Terganggu

Layanan PDAM Tirta Pangkalpinang kembali terganggung karena menyusutnya sumber air baku Pedindang.

Sumber Air Baku Pedindang Menyusut, Layanan PDAM di Pangkalpinang Terganggu
Istimewa/Dokumentasi PDAM Tirta Pangkalpinang
Kolong penampung air baku Pedindang milik PDAM Tirta Pangkalpinang. Aliran air baku dari kolong ini terganggu karena adanya penyusutan permukaan air. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Layanan PDAM Tirta Pangkalpinang kembali bermasalah. Jika sebelumnya layanan terganggu pada distrubusi air dari sumber air baku Bacang dan telah normal, kali ini masalah terjadi pada sumber air baku di kolong Pedindang.

Gangguan ini berdampak pada pelanggan hampir di seluruh kecamatan di Kota Pangkalpinang, kecuali Kecamatan Bukitintan. Jumlah pelanggan terdampak diperkirakan mencapai 3000 pelanggan.

Kepala Bagian Teknik PDAM Tirta Pangkalpinang Erfani menuturkan, gangguan terjadi karena sebagian pompa intake sudah berada di atas permukaan air baku karena terjadi penyusutan air Kolong Pedindang. Sebelumnya, pompa ini dalam keadaan terendam.

Menurut dia, surutnya kolong penampung air baku ini wajar karena air di kolong karena diambil terus menerus. Hanya saja, kolong penampung di Pedindang yang selama ini mendapatkan pasokan air baku dari Sungai Pedindang mengalami masLH.

Belakangan, pasokan air dari sungai ke kolong penampung ini tersendat karena sedang ada proyek pembangunan DAM (pintu air) Sungai Pedindang.

DAM ini sebelumnya roboh saat banjir besar pada 2016 silam. Inilah yang kemudian menyebabkan air baku di kolong penampung surut dan pipa penyedot berada di atas permukaan air serta tidak bisa lagi menyedot air.

"Pengerjaaan DAM ini mengakibatkan koneksi dari sungai ke kolong penampung kami terputus. Tetapi sebenarnya, harapan kami, mezkipun ini terputus, setidaknya ini bisa bertahan (cukup). Sebah, berdasarkan kapasitas kolong Pedindang ini, tanpa aliran air masuk dari Sungai Pedindang, itu bisa bertahan selama 30 hari, tetap bisa kami ambil, tapi ternyata posisi pompanya sudah 1,5 meter di atas permukaan air normal," tutur Erfani kepada Bangka Pos, Minggu (4/11/2018).

Saat ini, PDAM Tirta Pangkalpinang tengah berupay untuk menurunkan posisi pompa ke posisi tiga meter di bawah posisinya saat ini.

PDAM Tirta Pangkalpinang telah bersurat ke Satuan Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumber Daya Air (SNVT PJPA SDA) Kepulauan Babel sebab jaringan pipa tersebut masih kewenangan satuan ini.

"Karena ini masih aset mereka, jadi kami ceritakan bahwa kami mau menurunkN posisi pompa. Kami lapor karena asetnya ini belum diserahterinakan ke PDAM. Kami takutnya karena pekerjaan kami turunkan, terjadi kerusakan pada aset ini. Kami disarankan bikin surat, dan sudah kirimkan surat, minta pendampingan teknis... kami sedang menunggu ini,"beber dia.

Erfani menyebutkan perbaikan gangguan ini akan dilakukan paling lama sekitar tiga hari. Sebab desain pompa yang akan diturunkan agak rumit.

"Kami mohon maaf atas terganggunya pelayanan ini. Kami berusaha semaksimal mungkin agar pelayanan segera kembali normal," kata dia.

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved