Lion Air Jatuh

Daftar 14 Nama Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air yang Berhasil Diidentifikasi

Proses evakuasi serta pencarian penumpang, kru dan pesawat Lion Air penerbangan JT-610 registrasi pesawat PK-LQP terus dilanjutkan.

Daftar 14 Nama Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air yang Berhasil Diidentifikasi
Dokumentasi Lion Air
Tim SAR yang dikerahkan untuk evakuasi dan pencarian korban dan pesawat Lion Air yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA – Proses evakuasi serta pencarian penumpang, kru dan pesawat Lion Air penerbangan JT-610 registrasi pesawat PK-LQP terus dilanjutkan.

Pihak Lion Air menerima informasi Badan SAR Nasional (Basarnas) bahwa operasi pencarian dan evakuasi diperpanjang selama tiga hari.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis yang diterima bangkapos.com, Senin (5/11/2018) mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pihak Lion Air, jumlah kekuatan personel untuk evakuasi dan pencarian menjadi 1.324 dari hari sebelumnya 1.396 personel.

Rincian jumlah tersebut terdiri Basarnas 201 orang, TNI Angkatan Darat (AD) 56 orang, TNI Angkatan Laut (AL) 456 orang, TNI Angkatan Audara (AU) 12 orang, Polri 220 orang, Petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) 131 orang, Bea Cukai 30 orang, Palang Merah Indonesia (PMI) 30 orang, Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) 18 orang, Indonesia Diver lima orang, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Semarang 10 orang, Pertamina 84 orang, Dinas Perhubungan Jakarta 15 orang, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) 42 orang serta Potensi SAR Gabungan 14 orang. Jumlah ini sudah termasuk tim penyelam gabungan.

Danang menjelaskan, untuk pencarian unsur laut (wilayah perairan) mengerahkan 69 unit kapal sesuai hari sebelumnya. Luas area pencarian bawah air diperluas 5,4 KM2, antara lain daerah prioritas 1A bawah air dengan kapal Baruna Jaya serta daerah prioritas 1B dengan kapal Dunamos.

Daerah prioritas 2 untuk pencarian permukaan air seluas 360 NM2 yang dioperasikan oleh 40 kapal dari Basarnas, Kementerian Perhubungan, Polisi Air (Polair), KPLP, Bea Cukai dan Pertamina.

Daerah prioritas penyelaman diperluas 2,7 KM2 dari hari sebelumnya 36 NM2 yang diperkuat menjadi 152 orang dari hari sebelumnya 151 tim penyelam gabungan, dengan rincian 41 orang Tim Basarnas Special Group (BSG), 38 orang dari Penyelam Komando Pasukan Katak (Kopaska), 28 orang Detasemen Jalamangkara (Denjaka), 17 Tim penyelam Taifib atau Batalyon Intai Amfibi Korps Marinir, lima orang Kantor Sar Semarang, tujuh orang Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Indonesia (KPLP), Korps Brigade Mobil (Brimob) empat orang, 16 orang POSSI Semarang, Indonesia Diver lima orang, Polair 14 orang serta Kantor Sar Lampung satu orang.

Rencana operasi melalui pencarian udara seluas 190 NM2 menggunakan lima helikopter, yaitu satu unit HR -1519, satu unit HR -1301, satu unit HS -4207, satu unit NBO - 105 POLRI dan satu unit Dauphin Polri.

Untuk unsur penanganan di darat tetap tersedia ambulans 30 unit, yang meliputi sembilan unit dari Polri, PMI enam unit serta 14 unit instansi lainnya.

Danang mengatakan, pada Minggu (4/11/2018) pukul 21.00 WIB, Lion Air menerima konfirmasi dari Basarnas tentang evakuasi 34 kantong jenazah, sehingga total terbaru 138 kantong (3 November 34 kantong, 2 November delapan kantong, 1 November sembilan kantong, 31 Oktober delapan kantong, 30 Oktober 24 kantong, 29 Oktober 24 kantong).

Proses identifikasi (Disaster Victim Identification) yang berada di RS Polri tetap dilakukan. Tim DVI PolriI telah memberikan konfirmasi hasil identifikasi 14 jenazah, pada Minggu (4/ 11) atas nama Dodi Junaidi (laki-laki), Muhammad Nasir (laki-laki), Janry Efriyanto Sianturi (laki-laki), Karmin (laki-laki), Harwinoko (laki-laki), Verian Utama (laki-laki), Rohmanir Pandi Sagala (laki-laki). Sabtu (3/ 11) yaitu Fauzan Azima (laki-laki), Wahyu Susilo (laki-laki), Endang Sri Bagus Nita (wanita); Jumat (2/ 11) Chandra Kirana (laki-laki), Monni (wanita) dan Hizkia Jorry Saroinsong (laki-laki) serta Rabu (31/10) Jannatun Shintya Dewi (wanita).

"Lion Air hingga saat ini tetap melakukan pendampingan kepada keluarga (family assistant) pada setiap posko Jakarta. Beberapa manajemen Lion Air hari ini juga berada di posko Cawang, posko RS Polri, Jakarta Timur dan Tanjung Priok, Jakarta Utara guna memberikan dukungan moril kepada keluarga penumpang, kru serta tim evakuasi," kata Danang.

Lion Air akan menyampaikan informasi terbaru sesuai perkembangan lebih lanjut dan kami senantiasa berharap yang terbaik bagi seluruh penumpang maupun kru pesawat.

Lion Air telah membuka crisis center dan untuk infomasi penumpang dapat menghubungi di nomor telepon (021)-80820002.

Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved