12.607 Kolong di Babel Sudah Diinventarisasi dan Bisa Jadi Peluang untuk Dimanfaatkan

Kolong-kolong ini tersebar pada berbagai kawasan hutan dan lahan masyarakat, tercatat 888 kolong berada di

Ist
Rapat Pembahasan Hasil Inventarisasi Kolong di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (7/11) di Ruang Rapat Babel STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM - Sebanyak 12.607 kolong berhasil diinventarisasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Kolong-kolong ini tersebar pada berbagai kawasan hutan dan lahan masyarakat, tercatat 888 kolong berada di hutan lindung, 4.574 kolong berada di hutan produksi dan 7.022 berada di lahan masyarakat.

Sisanya berada di hutan produksi konversi dan kawasan suaka alam yang tersebar di Bangka dan Belitung.

Banyaknya kolong ini bukan menjadi ancaman namun menjadi peluang besar untuk dimanfaatkan dalam berbagai hal. 

Hal ini disampaikan Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Baturusa Cerucuk, Idi Bantara saat memberikan sambutan dalam Rapat Pembahasan Hasil Inventarisasi Kolong di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (7/11)  di Ruang Rapat Babel STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung.

Ia menyatakan bahwa kolong-kolong ini harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin dan menjadi potensi untuk diolah menjadi eduwisata, perikanan skala kecil dan lain sebagainya.

“Di Jawa untuk buat kolong-kolong ini biayanya bisa sampai 10 juta, nah di sini sudah ada banyak sekali ini harus dimanfaatkan,” paparnya dalam rilis kepada bangkapos.com.

Ditambahkan Ketua ForDAS Fadillah Sabri kerusakan yang ditimbulkan dari penggalian timah ini dulu tidak separah saat ini.

Hal ini berdampak pada penyempitann sungai dan bertambahnya sedimentasi aliran sungai. 

Dikatakannya pelaksanaan inventarisasi ini adalah untuk memberikan rekomendasi pengelolaan sumberdaya kolong berdasarkan hasil inventarisasi dan identifikasi.

Halaman
12
Penulis: Alza Munzi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved