KLIK, Cara Cerdas Pilih Kosmetik Aman

Konsumen kosmetik harus cerdas memilih bahan-bahan yang aman digunakan

KLIK, Cara Cerdas Pilih Kosmetik Aman
Bangka Pos / Adelina Nurmalitasari
Beauty classical saat kegiatan Kampanye Cerdas Menggunakan Kosmetik pada Generasi Milenial di Hotel BW Suite, Tanjungpandan, Senin (12/11/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Konsumen kosmetik harus cerdas memilih bahan-bahan yang aman digunakan.

Tak hanya produk kosmetik, pangan bahkan obat-obatan pun harus sesuai standar yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Deputi Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Makanan, dan Kosmetik Badan POM Mayagustina Andarini, pemilihan pangan, obat-obatan, dan kosmetik dapat dilakukan dengan cek KLIK yakni Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa.

Konsumen harus memerhatikan kemasan. Kemasan yang digunakan tidak boleh rusak, penyok atau bocor.

"Label pun harus dicek dan dalam kondisi baik," katanya saat menyampaikan talk show Kampanye Cerdas Menggunakan Kosmetik pada Generasi Milenial, di Hotel BW Suite, Senin (12/11/2018).

Selain label, izin edar pun harus diperhatikan. Pengecekan izin edar ini juga dapat dilakukan melalui aplikasi cek BPOM yang dapat diunduh melalui play store.

Terakhir, konsumen harus memerhatikan waktu kadaluarsa. Disampaikan Maya, pada produk kosmetik tanggal kadaluarsa tidak hanya berdasarkan uang tercantum pada produk.

"Untuk kosmetik ada yang unik dimana tanggal kadaluarsa belum tentu sama dengan pemakaian. Misalnya ada krim tanggal kadaluarsa sampai 2020, tapi di label ada tanda pemakaian yang digambarkan dengan pot terbuka lalu ada tulisan 6m atau 12m. M artinya month atau bulan, sehingga ketika jangka waktu pemakaian hanya sampai 6 bulan atau 12 bulan," jelasnya.

Sedangkan 2020 yang tercantum hanya apabila produk tidak dibuka.

Biasanya produk kosmetik berbahan liquid seperti maskara dan eyeliner memiliki jangka waktu pemakaian yang lebih singkat, hanya sekitar 6 bulan saja.

Jika melewati waktu pemakaian sebaiknya produk dibuang sehingga menghindari tumbuhnya bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.(*)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved