Cara Polisi 'Endus' Pelaku Pembunuhan Diperum Nainggolan Sekeluarga: dari Kos hingga Kaki Gunung

Begini Cara Polisi 'Endus' Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi: Dari Kos hingga Kaki Gunung

Cara Polisi 'Endus' Pelaku Pembunuhan Diperum Nainggolan Sekeluarga: dari Kos hingga Kaki Gunung
Tribun Video
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi 

BANGKAPOS.COM - Tim khusus yang merupakan gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota telah berhasil mengamankan pria terduga pelaku pembunuhan satu keluarga.

Diketahui, korban ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Bojong Nangka 2, RT02 RW07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Selasa (13/11/2018).

Dilansir TribunWow.com dari WartaKotaLive.com, awalnya, tim khusus ini menemukan mobil berjenis Nissan X-trail dengan nomor polisi B 1705 UOQ berwarna silver yang sebelumnya dikabarkan hilang dari rumah korban.

Mobil tersebut ditemukan di kawasan Cikarang.

Diduga mobil itu dibawa kabur terduga pelaku saat terjadinya pembunuhan.

Melalui penyidikan dan pemeriksaan, didapatkan bahwa orang yang mengendarai mobil tersebut sebelum kemudian ditemukan di kos-kosan merupakan pria berinisial HS.

"Setelah kita dalami dan penyelidikan berkaitan dengan mobil itu bisa berada di kos-kosan berasal dari penyelidikan manual tim yang di sana. Kita mendapatkan kendaraan itu ternyata dibawa oleh saudara berinisial HS," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/11/2018).

"Kemudian HS ini kita cari, kita lidik keberadaannya di mana," tambahnya.

Penyelidikan pun terus dilakukan oleh pihak kepolisian hingga akhirnya didapati bahwa HS sedang berada di Garut, tepatnya di kawasan Kaki Gunung Guntur.

"Dia berada di satu rumah atau saung. Dia di sana mengaku hendak naik gunung. Kita geledah dan ditemukan kunci mobil, HP dan uang Rp 4 juta," jelas Argo.

Argo menuturkan, HS menyanggah dugaan kepolisian.

HS menyatakan tak melakukan apa pun kepada para korban.

Meski demikian, HS tetap dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk didalami kasusnya.

"Kita tarik ke Polda, penanganan kita ambil. Tapi tetap Bekasi Kota bekerja," ujar Argo.

Mobil jenis Nissan Xtrail bernomor polisi B 1075 UOC terparkir di halaman Polres Metro Bekasi Kota, Kamis (15/11/2018). Mobil ini menjadi salah satu barang bukti kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi.
Mobil jenis Nissan Xtrail bernomor polisi B 1075 UOC terparkir di halaman Polres Metro Bekasi Kota, Kamis (15/11/2018). Mobil ini menjadi salah satu barang bukti kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi. (WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM)

Selain itu, Argo juga menuturkan jika HS masih memiliki hubungan keluarga dengan korban Maya Ambarita.

"HS ini masih ada hubungan saudara dengan korban yang perempuan," ujar Argo.

Argo menjelaskan jika HS merupakan seorang pengangguran sejak 3 bulan lalu.

Terakhir, HS diketahui bekerja di sebuah perusahaan di daerah Cikarang.

Sejak menganggur, HS juga kerap menginap di rumah korban dan tidur di kos-kosan yang dijaga oleh korban.

"Dia kadang-kadang memang tidur di kos-kosan itu," ungkap Argo.

Meninggalkan Mobil dan Mengaku Ingin Mengontrak

Diberitakan TribunJakarta.com, HS sebelumnya sempat ingin atau diduga berpura-pura mengontrak di rumah tempat ditemukannya mobil Nissan X-trail milik korban yang sempat dikabarkan hilang pasca peristiwa pembunuhan satu keluarga tersebut.

Pemilik kontrakan Johan (55) mengatakan, terduga pelaku yang diketahui berinisial HS pada Selasa, 13 November 2018 tiba di kontrakan miliknya.

HS kemudian membayar uang muka sewa kontrakan sebesar Rp 400 ribu.

"Dia (HS) datang sekitar pukul 10.30 WIB pakai mobil itu (Nissan X-Trail), dia bilang mau mengontrak, gak lama dia ninggalin mobil bilang mau keluar mau ambil barang tapi gak balik lagi," kata Johan, Kamis (15/11/2018).

Pada saat akan mengontrak, terduga pelaku tidak meninggalkan identitas apapun, rencananya dia akan mengisi kamar kontrakan nomor B 208 di lantai dua.

"Dia gak kasi KTP karena belom lunas, kan di sini kontrakan Rp 900 ribu perbulan dia baru bayar Rp 400 ribu, jadi lunas dulu baru masuk," jelasnya.

Kontrakan yang akan disewa terduga pelaku pembunuhan satu keluarga, di cikarang
Kontrakan yang akan disewa terduga pelaku pembunuhan satu keluarga, di cikarang (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

Diberitakan sebelumnya, satu keluarga ditemukan tewas di rumahnya yang beralamat di Jalan Bojong Nangka 2, RT02 RW07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Satu keluarga yang terdiri dari Suami, Istri dan kedua orang anak ini ditemukan sudah tak bernyawa pada Selasa (13/11/2018) sekitar pukul 06.30 WIB.

Korban satu keluarga tewas tersebut yakni Diperum Nainggolan (38) suami, Maya Boru Ambarita (37) istri, Sarah Boru Nainggolan (9) anak pertama, dan Arya Nainggolan (7) anak kedua.

Dilansir TribunWow.com dari WartaKotaLive.com, Selasa (13/11/2018), korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya yang bernama Feby Lofa.

Awalnya, Feby merasa curiga saat melihat gerbang rumah korban yang masih terbuka dan televisi yang juga masih dalam kondisi menyala di jam 03.30 WIB.

Merasa heran Feby sempat mencoba memanggil keluarga korban dari luar.

Tak hanya itu, ia juga sempat mencoba untuk menelepon korban.

Namun karena tidak mendapat jawaban, Feby memutuskan kembali masuk ke dalam rumahnya.

"Saya sempat lihat gerbangnya kebuka, saya panggil tidak nyahut, padahal TV nyala, kira saya tidur kali. Ya sudah saya pulang ke kontrakan," ucap Febby.

Kecurigaannya semakin menjadi saat mengetahui korban belum berangkat kerja di pagi harinya.

Merasa penasaran, ia pun memberanikan diri untuk membuka jendela rumah korban.

"Biasanya korban ini (suaminya) kan kerja suka berangkat sekitar pukul 06.30 WIB. Tapi belum bangun juga, saya lihat lewat jendela ternyata penghuni rumah tergeletak penuh darah," tambahnya.

Kaget dengan kondisi keluarga korban yang sudah bersimbah darah, Feby segera meminta tolong dan melapor ke warga di sekitar rumahnya dan juga Ketua RT.

"Saya kasih tahu warga lain dan Pak RT. Terus langsung nelpon polsek Pondok Gede," ujarnya.

Dikutip dari TribunJakarta.com, Selasa (13/11/2018), Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan saat ini dugaan motif pelaku pembunuhan karena ada dendam terhadap korban.

Dugaan ini menurut pihaknya, melihat dari kasus-kasus yang ditangani kepolisian sebelumnya.

"Dari pengalaman dan dari hasil yang ditangani kepolisian (sebelumnya). Kalau sadis dan yang dibunuh bukan satu orang, itu ada latar belakang dendam. Ini dari hasil pengalaman yang sudah dikerjakan kepolisian," ujar Dedi Prasetyo, Selasa (13/11/2018).

Namun, Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa hal tersebut masih menjadi dugaan sementara, karena proses penyelidikan masih dilakukan oleh Polres Metro Bekasi Kota.

Menurut Dedi lantaran setiap kasus memiliki karakter sendiri.

"Secara umum oke lah, kalau secara global ya itu bisa dibilang ‘diduga’. Tapi kasus pembunuhan sadis dan lebih dari satu orang, mayoritas karena dendam," ujar Dedi Prasetyo.

Lanjutnya Dedi mengatakan pihaknya terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus pembunuhan ini.

"Penyidik akan lihat fakta itu, apakah kasus pembunuhan atau hanya untuk mengelabui suatu peristiwa. Polisi harus matang, ada labfor (laboratorium forensik), ada Inafis. Itu kita libatkan," ujar Dedi Prasetyo.

(TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)

Editor: teddymalaka
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved