Breaking News:

Komunikasi Efektif Membersihkan Data Pemilih Ganda di Luar Negeri

Penetapan DPT sendiri seyogyanya dilakukan pada bulan September 2018, yang pada saat itu diprotes karena disinyalir terdapat 25 juta data ganda.

Editor: Alza Munzi
Istimewa
Zamal Nasution 

Untuk keperluan data pemilih yang akurat, PPLN harus menyampaikan kepada WNI agar memberikan informasi terkait: nama, alamat, nomor paspor, nomor induk kependudukan, jenis disabilitas, dan metode pemungutan suara. PPLN juga diperbolehkan menanyakan nomor telepon, pekerjaan dan alamatnya, dan alamat surat elektronik. Upaya ini bermanfaat saat PPLN perlu melakukan pemutakhiran data dan menginformasikan pesan dari KPU serta mengirimkan surat undangan menghadiri pemungutan suara.

PPLN diperkenankan juga berkomunikasi dengan para pemilih agar dapat menghadiri kegiatan sosialisasi pemilu. Komunikasi dengan para pemilih sedikit banyak akan terbantu juga melalui jalur komunikasi dengan komunitas WNI baik yang berbentuk organisasi resmi maupun media sosial daring (online).   

Jaringan Sosial Migran di Luar Negeri

Menurut teori jaringan sosial, mayoritas migran merupakan anggota dari komunitas yang terbentuk berdasarkan faktor perekat kepentingan tiap migran. Jaringan sosial bermanfaat untuk memudahkan adaptasi sosiokultural para migran dengan masyarakat di negara asing.

Berdasarkan pengamatan terhadap jaringan sosial WNI di Thailand, urutan faktor perekat utama antar WNI yaitu kesamaan profesi atau pekerjaan, keagamaan, wilayah tempat tinggal, dan organisasi diaspora Indonesia. Profesi atau pekerjaan mayoritas WNI di Thailand yaitu mahasiswa dengan persentase mendekati 50%, disusul oleh pekerja profesional sekitar 30% dan 20% terakhir merupakan anggota keluarga yang tidak bekerja.

Komunitas yang telah terbentuk secara permanen menjadi organisasi yaitu perhimpunan mahasiswa Indonesia di Thailand (Permitha) yang terdiri dari simpul-simpul Permitha di tiap universitas besar di Bangkok dan propinsi lain. Para ketua simpul memiliki data sebagian besar mahasiswa Indonesia yang belajar pada program pascasarjana (master dan doktoral), sedangkan bagi mahasiswa program sarjana umumnya belum terdaftar dalam pendataan simpul Permitha.

Mahasiswa program pascasarjana umumnya telah dewasa dan mandiri sehingga secara psikologis lebih memerlukan kedekatan dengan komunitas sesama WNI. Berbeda dengan mahasiswa program sarjana, selain jumlahnya yang relatif sedikit, umumnya mereka masih memiliki keluarga di Thailand ataupun mereka merupakan peserta pertukaran mahasiswa yang berada di Thailand untuk beberapa semester.

Kesamaan profesi terbesar ke-dua yaitu para pekerja profesional yang umumnya berada di Bangkok, yaitu WNI yang diutus dalam program pemagangan kerja di perusahaan seperti Toyota dan Goodyear; maupun profesional atau ekspatriat yang bekerja untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan perusahaan multinasional seperti General Motors, Petroleum Authority of Thailand (PTT) maupun sejenisnya seperti Exxon Mobil dan Unocal.

Profesi lainnya dengan jumlah sedikit seperti profesional di perusahaan konstruksi, teknologi informasi, perhotelan, dan medis. Mereka umumnya tergabung dalam komunitas keagamaan dan kesamaan hobi. Profesi lain yang terhimpun meskipun belum begitu tampak yaitu profesional yang bekerja sebagai tenaga pemasaran di perusahaan penyedia tenaga kerja semacam Teledirect Asia yang diklaim mempekerjakan ratusan anak muda WNI.

Komunitas keagamaan merupakan irisan persamaan dari profesi baik mahasiswa maupun profesional. Komunitas keagamaan WNI di Thailand menyebar mengikuti mayoritas tempat tinggal yang berdekatan, misalnya di wilayah sekitar KBRI Bangkok, perkumpulan pengajian diikuti peserta dari komunitas mahasiswa, pekerja, diplomat, dan ekspatriat.

Kesamaan tinggal di kawasan juga mendukung terbentuknya komunitas, misalnya komunitas ibu-ibu yang bersuamikan penduduk Thailand umumnya tinggal di kawasan Thailand utara. Ibu-ibu WNI tersebut merupakan eks tenaga kerja migran di Taiwan, Malaysia, dan Singapura. Mereka mengenal suaminya yang berasal dari wilayah Thailand utara selama bekerja di luar negeri. Wilayah Thailand utara ini populer sebagai pengirim pekerja konstruksi di luar negeri.

Komunitas berikutnya yang masih jarang kegiatannya bagi publik yaitu, organisasi diaspora Indonesia yang keanggotaannya mencakup WNI dan keturunannya di Thailand.

Pendekatan Aktif dan Komunikasi Efektif

Persoalan data ganda ini semestinya bisa diminimalisir dengan mencari akar permasalahan utama yaitu akurasi data. Data yang akurat merupakan hasil pendekatan aktif ke tiap pemilih dan komunitas. Berdasarkan pengalaman penulis, pendekatan intensif diperlukan untuk berkomunikasi dengan mayoritas WNI di luar negeri.

Komunikasi yang diterima oleh mereka berasal dari pertemuan langsung dalam forum maupun pendekatan kepada figur di komunitas. Pemilu bagi sebagian WNI merupakan aktivitas rutin yang belum dianggap signifikan memperbaiki sistem perpolitikan di Indonesia. Bagi mereka, produk dari pemilu justru menyuburkan praktik kecurangan dan politik uang.

Berkomunikasi dengan pemilih yang memiliki pandangan semacam ini memerlukan pendekatan aktif baik personal maupun melalui komunitas, karena salah satu tujuan pemilu yakni pembelajaran politik dan menumbuhkan tanggung jawab sosial WNI. Terkait pola komunikasi PPLN dengan para pemilih dan angka partisipasi pemilih salah satunya terlihat dari rendahnya angka partisipasi pemilih di luar negeri pada pemilu tahun 2014 yakni 32% di pemilu presiden. Fakta yang sangat jelas yaitu terdapatnya 68% pemilih terdaftar yang tidak menggunakan hak pilihnya.

Mengambil contoh di PPLN Bangkok, berdasarkan rilis data pemilih di Bangkok tahun 2014, mayoritas atau sekitar 70% pemilih memilih metode pemungutan suara (MPS) melalui tempat pemungutan suara (TPS) di KBRI Bangkok, sisanya yaitu 20% melalui pos dan 10% melalui kotak suara keliling (KSK). Berdasarkan laporan kinerja panitia pemilu di Bangkok pada tahun 2014, angka partisipasi pemilih berada pada level 42% bagi legislatif dan 48 % pada pemilihan presiden. Secara matematis, apabila diambil probabilitas dari tiap MPS di PPLN Bangkok, maka kemungkinan terbesar rendahnya angka partisipasi berasal dari pemilih yang menggunakan metode TPS. Pemilih yang menggunakan metode TPS umumnya bertempat tinggal di sekitar KBRI Bangkok, sehingga memungkinkan hadir mencoblos di sela-sela jam kerja. Pemilih yang menggunakan hak pilihnya pada hari pencoblosan di KBRI Bangkok sangat mungkin adalah para pemilih riil yang bisa dihubungi oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Lalu bagaimana dengan sisanya yang justru lebih besar namun absen ke TPS? Mengapa justru mereka yang berada di sekitar Bangkok tidak hadir pada waktu pencoblosan. Salah satu kemungkinannya adalah bahwa pemilih tersebut tercatat namanya, namun sejatinya sudah tidak berada di Bangkok. Lalu, mengapa mereka masih terdaftar sebagai pemilih? Inilah persoalan yang perlu dicari solusinya.

Bagian terbesar dalam keabsahan hasil pemilu ditentukan oleh akurasi data pemilih, sehingga urusan pendataan pemilih seharusnya menjadi prioritas utama kerja dan pengaturan anggaran. Akhirnya, urusan pemilu sedikit banyak dipengaruhi oleh pola komunikasi efektif yang menempatkan para pemilih pada posisi pihak yang dilayani. Karena itu, komunikasi efektif seharusnya menjangkau ke semua komunitas baik yang terhubung oleh kesamaan profesi atau pekerjaan, keagamaan, kawasan tempat tinggal, dan organisasi diaspora Indonesia.

Penduduk Indonesia di luar negeri umumnya lebih mudah berkomunikasi dengan sesama penduduk Indonesia, sehingga urusan data pemilih ganda di luar negeri seharusnya mudah diselesaikan melalui pendekatan komunikasi yang aktif dan efektif. PPLN sebagai pelaksana instruksi KPU sebaiknya lebih menggunakan empati dalam berkomunikasi agar para pemilih dapat dihimbau untuk sukarela mensukseskan pemilu dengan berpartisipasi mencoblos. PPLN juga diharapkan menyediakan data pemilih yang sesuai dengan hasil komunikasi kepada pemilih dan setiap komunitas.  Budaya orang Indonesia yang suka menolong adalah modal sosial yang utama dalam pemutakhiran dan komunikasi data ganda. Tulisan ini merupakan refleksi aktivitas penulis selama delapan bulan berbakti sebagai Ketua PPLN Bangkok dan sekaligus menjadi kandidat doktor dengan topik penelitian terkait pola adaptasi sosial masyarakat Indonesia di Thailand.    

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved