Lion Air Jatuh

Dua Firma Hukum di AS Mewakili Keluarga dr Rio Korban Jatuhnya Lion Air JT 610 Gugat Boeing

Tragedi Lion Air JT 610 yang jatuh di Teluk Karawang Jawa Barat pada 29 Oktober 2018 berujung gugatan dari keluarga korban.

Dua Firma Hukum di AS Mewakili Keluarga dr Rio Korban Jatuhnya Lion Air JT 610 Gugat Boeing
www.flightradar24.com
Jejak Penerbangan Lion Air JT-610 pada 29 Oktober 2018. 

BANGKAPOS.COM - Tragedi Lion Air JT 610 yang jatuh di Teluk Karawang Jawa Barat pada 29 Oktober 2018 berujung gugatan dari keluarga korban.

Dua firma hukum asal Amerika Serikat mengajukan gugatan kepada The Boeing Company di pengadilan Circuit Court of Cook County, Illinois, Amerika Serikat terkait jatuhnya Lion Air JT 610. Gugatan tersebut diajukan oleh Colson Hicks Eidson dan BartlettChen LLC .

"Gugatan ini kami ajukan atas nama klien kami yaitu orangtua dari Rio Nanda Pratama yang tewas ketika pesawat Boeing 737 MAX 8 jatuh ke laut," tulis Curtis Miner dari Colson Hicks Eidson dalam keterangan resminya, Kamis (15/11).

 

"Pratama adalah seorang dokter muda dalam perjalanan pulang dari sebuah konferensi di Jakarta dan hendak menikah pada tanggal 11 November 2018."

Baca: Media Asing Kabarkan Keluarga dr Rio Korban Jatuhnya Lion Air JT 610 Gugat Boeing

Boeing digugat lantaran JT 610 menggunakan pesawat Boeing 737 MAX.

Pada 7 November 2018, Federal Aviation Administration (FAA) telah merilis Emergency Airworthiness Directive untuk Boeing 737 MAX.

Satu mesin pesawat Lion Air PK-LQP berhasil diangkat dari perairan Tanjung Karawang, Sabtu (3/11/2018) sore. (Istimewa: Dok. Dispen Koarmada I).
Satu mesin pesawat Lion Air PK-LQP berhasil diangkat dari perairan Tanjung Karawang, Sabtu (3/11/2018) sore. (Istimewa: Dok. Dispen Koarmada I). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustin)
 

FAA menilai bahwa Boeing 737 MAX memiliki kondisi yang tidak aman dan kondisi ini juga mungkin ada dan dapat terjadi pada Boeing 737 MAX lainnya.

Curtis menambahkan, gugatan diajukan, sebab di Indonesia hasil investigasi terhadap kecelakaan udara tak dapat menentukan siapa yang melakukan kesalahan.

"Investigasi oleh lembaga Pemerintah biasanya tidak akan memutuskan siapa yang bersalah dan tidak menyediakan ganti rugi yang adil kepada para keluarga korban. Inilah pentingnya gugatan perdata pribadi dalam tragedi seperti ini," sambungnya. (kontan.co.id/Anggar Septiadi)

Artikel ini sudah tayang di kontan.co.id dengan judul "Mewakili dokter muda yang jadi korban, dua firma hukum AS menggugat Boeing"

Editor: fitriadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved